Filsafat Hari ini: Mengapa Manusia Memiliki Kuriositas?
Opini

Filsafat Hari ini: Mengapa Manusia Memiliki Kuriositas?

Opini, Jalurmedia.com – Filsafat manusia berusaha menggambarkan siapa sebenarnya makhluk yang kita sebut manusia itu. Penjelasan filsafat manusia akan mencoba mengungkap misteri manusia dalam segala dimensinya: hakikat kemanusiaan, nilai, tujuan, dan makna hidup, serta segala sesuatu yang berkaitan dengan keberadaannya di akhir hayat. Karena keberadaan yang disebut manusia itu sangat kompleks yang meliputi dimensi spiritual, emosional, intelektual, moral dan fisik, maka filsafat manusia bergumul dengan semua dimensi tersebut dalam totalitas kehidupan manusia, baik dalam pengalaman pribadi maupun pengalaman sosial.

Filsafat manusia sangat peka terhadap upaya-upaya yang menceritakan kehidupan manusia. Karena filsafat manusia ingin memahami manusia secara luas dan intensif, ia tidak puas dengan pengetahuan atau informasi yang sempit dan sederhana tentang manusia. Sementara menjelaskan usahanya dalam memahami manusia secara luas dan intensif, filsafat manusia tidak henti-hentinya mengutuk kekuatan atau ideologi di balik upaya penyederhanaan. Karena tujuan filsafat manusia pada tingkat akhir tidak lain adalah untuk memahami diri manusia.

Perdebatan tentang manusia

Berbicara tentang manusia bukanlah hal yang mudah untuk diperdebatkan. Sampai saat ini kita dapat menemukan beberapa spekulasi yang mempertanyakan dari mana manusia berasal dan untuk apa manusia itu. Sayangnya, perdebatan manusia masih menjadi pertanyaan tentang keberadaan manusia di muka bumi ini. Menjadi manusia tidaklah mudah.

Hal ini karena manusia sendiri pun masih bertanya untuk apa dan mengapa disebut manusia. Apa yang harus dilakukan manusia di muka bumi ini, untuk apa mereka hidup dan bagaimana mereka dapat mempertahankan hidupnya. Pertanyaan inilah yang terus muncul dan tentunya harus menemukan jawabannya. Kami akan menemukan jawaban mengapa menjadi manusia dan bagaimana mereka mempertahankan keberadaan mereka.

Seorang Filsuf dari Jerman Martin Heidegger menunjukkan arti “menjadi”: Manusia. Manusia adalah “makhluk” yang unik. Keunikan yang membedakannya dengan benda dan membuatnya mampu mempertanyakan “ada”. Karena manusia bukanlah benda, maka dari itu Heidegger memilih istilah dasein.

Menurut Heidegger, kondisi manusia selalu membentang dua eksistensi: otentik dan tidak otentik. Otentik adalah kesadaran bahwa saya harus menentukan pilihan saya sendiri sedangkan inautentik adalah hilangnya kesadaran autentik saya. Ada alasan tertentu mengapa manusia memilih untuk menjadi otentik.

Kehidupan yang tidak otentik berarti hidup dengan membiarkan orang lain memutuskan apa yang terbaik untuk saya dan membiarkan mereka mengisi keberadaan saya. Dengan cara ini, saya akan dibebaskan dari perasaan cemas yang akan menekan saya dan dari tanggung jawab saya.

Memutuskan sendiri apa yang akan saya lakukan, seringkali menimbulkan kecemasan, bukan hanya karena saya sering tidak mengetahui risiko dari apa yang akan terjadi, tetapi juga karena saya khawatir akan “berbeda” dengan apa yang sedang dipikirkan atau dilakukan orang lain.

Manusia dan kuriositas

Mempertahankan eksistensinya karena alasan “menjadi” membuat manusia menjadi otentik. Untuk itu, dalam hal ini manusia terus mencari dan menemukan apa yang ingin mereka lakukan dalam hidupnya dan untuk itu pula keberadaan “makhluk” mereka sebagai manusia. Manusia tidak ingin berada dalam keadaan gelisah, kemudian ingin menjadi dirinya sendiri dan tidak ingin dikendalikan oleh orang lain karena alasan keberadaannya sebagai manusia.

Hal ini membuat munculnya rasa ingin tahu yang mendalam pada manusia. Hari demi hari mereka ingin mencari hal baru untuk mempertahankan eksistensinya sebagai manusia agar tidak terjadi keresahan. Dari penjelasan di atas, kita dapat menjawab pertanyaan “mengapa manusia memiliki rasa ingin tahu” dari pandangan Heidegger.

Manusia memiliki naluri seperti tumbuhan dan hewan, tetapi juga memiliki akal sehingga rasa ingin tahunya tidak terpaku sepanjang zaman. Mereka dengan hasrat keinginan membuat mereka mampu memecahkan setiap masalah dan pemikiran di benak mereka. Jika rasa ingin tahu ini dapat dimanfaatkan dengan baik, maka akan membawa orang untuk lebih memahami dirinya sendiri.

Selanjutnya melalui rasa ingin tahu, manusia dapat mengetahui kebenaran karena segala sesuatu yang tampak nyata dalam hidup tidak sepenuhnya benar. Dengan demikian rasa ingin tahu dapat membuka pikiran manusia dan membuat manusia merasakan pengalaman baru yang akan merangsang pikirannya dan melepaskan emosi kreatifnya.

Kuriositas (rasa ingin tahu)

Rasa ingin tahu dapat menembus batas nalar yang biasa diterima manusia dan akan membongkar setiap detail yang mendorong sebuah proses. Semakin banyak orang memahami detailnya, semakin mereka memahami prosesnya. Inilah yang akan membuat manusia lebih produktif. Kita sebagai manusia akan terus belajar lebih banyak ketika rasa ingin tahu mengelilingi kita. Kita akan menembus batas pemikiran kita.

Semakin banyak kita belajar, semakin banyak yang akan kita ketahui. Dengan rasa ingin tahu yang kita miliki kita akan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Jadi kita akan selalu memikirkan dan mencari alternatif cara untuk memecahkan masalah yang kita hadapi.

Keingintahuan mengacu pada keinginan kuat untuk mengetahui sesuatu. Melihat yang tidak terlihat dan mengetahui yang tidak diketahui adalah sifat alami manusia. Keingintahuan adalah ibu dari pengetahuan. Bahkan, rasa ingin tahu bertindak sebagai kekuatan pendorong di balik banyak penemuan atau penemuan. Ini adalah sumber utama dari setiap kemajuan peradaban manusia.

Rasa ingin tahu yang terus berkembang

Sebenarnya manusia memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi, meskipun kekuatan atau intensitasnya tidak semuanya sama. Sedangkan bidang minatnya berbeda. Rasa ingin tahu ini dapat diperkuat atau dilemahkan oleh lingkungan.

Dengan demikian, rasa ingin tahu setiap manusia setiap saat belum tentu kuat. Sehingga kumpulan fenomena yang menimbulkan rasa ingin tahu biasanya berbeda-beda dan dapat berubah sesuai dengan keadaan. Tidak mungkin setiap individu memiliki rasa ingin tahu yang sama kuat terhadap semua fenomena yang terjadi dari alam.

Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah tanpa batas memunculkan khazanah pengetahuan dalam diri manusia itu sendiri. Ini tidak hanya mencakup kebutuhan praktis untuk kehidupan sehari-hari seperti bertani, tetapi pengetahuan manusia juga berkembang hingga hal-hal tentang kecantikan.

Rasa ingin tahu menyebabkan sifat pikiran manusia berkembang. Karena rasa ingin tahu yang tinggi, manusia terus mencari hal baru setiap harinya. Pada masa itu, manusia menemukan ilmu atau pengetahuan yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai penunjang kehidupan manusia dan alasan keberadaan manusia. 

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *