News

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar, Api Menjalar hingga Lantai 16

Kebakaran melanda Gedung Dinas Teknis Abdul Muis yang menjadi lokasi kantor Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat malam, 7 Agustus 2026. Api muncul di bagian atas gedung dan kemudian menjalar ke sejumlah lantai hingga memerlukan pengerahan puluhan unit pemadam kebakaran.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian besar karena gedung di Jalan Abdul Muis Nomor 66 itu digunakan oleh sejumlah perangkat daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain Bapenda, beberapa instansi lain juga berkantor di gedung tersebut.

Pemprov DKI memastikan tidak ada korban meninggal dunia. Seorang pekerja yang ditemukan berada di lantai 15 berhasil dievakuasi petugas dalam kondisi selamat dan kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan medis.

Kebakaran Dilaporkan Sekitar Pukul 21.30 WIB

Informasi kebakaran diterima petugas sekitar pukul 21.30 WIB. Berdasarkan keterangan awal pengelola gedung, api diduga pertama kali terlihat dari sekitar lantai 11 sebelum menjalar ke bagian bangunan yang lebih tinggi.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Bayu Meghantara menjelaskan bahwa petugas langsung bergerak setelah menerima laporan. Lokasi api yang berada di gedung bertingkat membuat operasi pemadaman membutuhkan peralatan dan personel dalam jumlah besar.

Api kemudian diketahui membakar area antara lantai 11 hingga lantai 16. Petugas memilih bertahan di sekitar lantai 10 untuk membuat batas pengamanan agar api tidak menjalar lebih jauh menuju lantai bawah.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam operasi karena beberapa lantai di bawah lokasi kebakaran juga digunakan sebagai ruang kerja perangkat daerah.

Sebanyak 185 Personel dan 37 Mobil Pemadam Dikerahkan

Skala operasi pemadaman terus diperbesar seiring api menyebar di lantai atas. Dinas Gulkarmat DKI Jakarta akhirnya mengerahkan 185 personel dengan dukungan 37 unit kendaraan pemadam.

Tiga kendaraan khusus turut digunakan, termasuk Bronto Skylift yang dirancang membantu petugas menjangkau area gedung tinggi. Peralatan tersebut menjadi bagian dari operasi ketika akses dari luar bangunan diperlukan untuk mendekati titik api.

Petugas bekerja selama beberapa jam sebelum api dapat dilokalisasi sekitar pukul 02.00 WIB pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Setelah itu, operasi beralih ke pendinginan dan pemeriksaan satu per satu lantai untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api.

Dokumentasi Beritajakarta memperlihatkan petugas masih berada di lokasi hingga Sabtu pagi. Kendaraan pemadam juga tetap disiagakan ketika penyisiran bangunan berlangsung.

Angin Kencang Menjadi Tantangan Petugas di Lantai Atas

Posisi kebakaran yang berada jauh di atas permukaan tanah membuat operasi tidak sederhana. Selain persoalan akses, kondisi angin yang cukup kencang disebut ikut membuat pemadaman berlangsung sekitar empat jam.

Pada kebakaran bangunan bertingkat, petugas harus menjaga jalur masuk sekaligus memastikan keselamatan personel di dalam gedung. Penyebaran asap dan panas juga perlu diperhitungkan ketika tim bergerak dari satu lantai ke lantai berikutnya.

Bayu mengatakan petugas bertahan di lantai 10 untuk mencegah api bergerak ke bawah. Sementara itu, tim lain terus melakukan penanganan pada area yang terbakar dan memeriksa ruangan setelah api mulai terkendali.

Proses tidak langsung berhenti setelah kobaran utama berhasil dipadamkan. Pendinginan dilakukan karena material di dalam ruangan dapat menyimpan panas dan berpotensi kembali terbakar.

Seorang Pekerja Dievakuasi dari Lantai 15

Di tengah proses pemadaman, petugas menemukan seorang pekerja berada di lantai 15. Tim penyelamat kemudian melakukan evakuasi dan berhasil membawa orang tersebut keluar dalam keadaan selamat.

Pemprov DKI menyatakan tidak terdapat korban meninggal dalam kejadian ini. Pekerja yang dievakuasi selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Evakuasi tersebut menjadi salah satu bagian penting operasi karena kondisi lantai atas sudah dipenuhi asap dan berada dekat dengan area yang terbakar.

Petugas juga harus memastikan tidak ada orang lain yang tertinggal. Penyisiran dilakukan hingga masing masing lantai dianggap aman untuk dimasuki tim pemeriksa.

Titik Awal Api Masih Diselidiki Puslabfor Polri

Walaupun informasi awal menyebut api berasal dari lantai 11, penyebab kebakaran belum dapat dinyatakan secara resmi. Kepolisian bersama Pusat Laboratorium Forensik Polri melakukan pemeriksaan di gedung tersebut untuk mencari sumber api.

Tim melakukan observasi umum dari lantai 1 hingga lantai 16. Pemeriksaan kemudian dibuat lebih terarah pada lantai 11, lantai 12, dan lantai 16 yang dianggap berkaitan dengan jalur penyebaran api.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan sejumlah barang bukti dan sampel diambil untuk diuji di laboratorium. Sampel tersebut antara lain berupa abu dan arang dari lokasi kebakaran.

Polisi belum memastikan apakah sumber awal benar berada di lantai 11 atau lantai 12. Kepastian baru akan diperoleh setelah pemeriksaan laboratorium selesai.

Renovasi di Lantai 11 dan 14 Ikut Diperiksa

Salah satu informasi yang turut diperiksa kepolisian adalah adanya pekerjaan renovasi di gedung tersebut. Pekerjaan diketahui berlangsung di lantai 11 dan lantai 14.

Namun, polisi menegaskan belum dapat menghubungkan kegiatan renovasi dengan penyebab kebakaran. Hubungan keduanya baru dapat ditentukan melalui hasil olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, serta pengujian laboratorium.

Hal tersebut penting karena informasi awal mengenai titik api tidak dapat langsung dipakai sebagai penetapan penyebab kebakaran.

“Pemeriksaan forensik perlu menjadi dasar sebelum muncul kesimpulan mengenai penyebab kebakaran. Fakta bahwa ada pekerjaan renovasi tidak dengan sendirinya membuktikan pekerjaan tersebut sebagai sumber api,” catatan penulis.

Polisi juga memperoleh informasi bahwa lantai 11 kemungkinan digunakan sebagai ruang arsip. Informasi mengenai fungsi ruangan tersebut masih menjadi bagian pemeriksaan.

Data Pajak DKI Jakarta Dipastikan Tetap Aman

Besarnya kebakaran sempat memunculkan perhatian mengenai keamanan data perpajakan yang dikelola Bapenda DKI Jakarta. Pemprov DKI kemudian memastikan basis data perpajakan tidak hilang akibat insiden tersebut.

Data pajak telah menggunakan sistem digital dan memiliki pencadangan pada server serta pusat data yang ditempatkan terpisah dari Gedung Dinas Teknis Abdul Muis. Dengan sistem tersebut, kebakaran secara fisik di gedung tidak menghilangkan basis data utama perpajakan Jakarta.

Data aset daerah yang dikelola Badan Pengelola Aset Daerah juga disebut berada dalam kondisi aman. Server untuk data tersebut berada di pusat data yang berbeda dari gedung yang terbakar.

Keberadaan sistem pencadangan menjadi penting karena Gedung Abdul Muis menampung aktivitas sejumlah organisasi perangkat daerah dengan volume informasi administrasi yang besar.

“Kejadian ini menunjukkan pentingnya pemisahan antara lokasi kantor dengan penyimpanan utama data pemerintahan. Sistem cadangan di tempat berbeda membuat layanan masih dapat dipertahankan ketika fasilitas fisik mengalami gangguan,” catatan penulis.

Sekitar 1.000 ASN Berkegiatan di Gedung Abdul Muis

Gedung yang terbakar bukan hanya digunakan oleh Bapenda DKI Jakarta. Pemprov menyebut sekitar 1.000 aparatur sipil negara dari sejumlah perangkat daerah berkegiatan di bangunan tersebut.

Beberapa instansi yang tercatat menggunakan gedung antara lain:

  1. Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta
  2. Badan Pengelola Aset Daerah
  3. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
  4. Dinas Perhubungan
  5. Bank Jakarta
  6. Dekranasda

BPSDM misalnya menggunakan sejumlah ruang di Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, termasuk area pada lantai 3, lantai 6, dan lantai 8. Dokumen Pemprov sebelumnya juga mencatat penggunaan gedung tersebut oleh berbagai unit pemerintahan.

Jumlah pegawai yang berkantor di sana membuat pengaturan lokasi kerja menjadi persoalan yang harus segera ditangani setelah kebakaran.

Pelayanan Publik Tetap Berjalan Setelah Kebakaran

Pemprov DKI Jakarta memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak dihentikan. Sistem pelayanan berbasis digital masih dapat digunakan karena pusat data tidak berada di gedung yang terbakar.

Untuk kebutuhan kerja pegawai, pemerintah menyiapkan beberapa skema sementara. ASN dapat bekerja dari rumah secara bergantian, menggunakan kantor suku dinas di wilayah kota, atau dipindahkan sementara ke gedung lain milik Pemprov DKI Jakarta.

Pengaturan tersebut dibutuhkan sampai pemeriksaan struktur dan keamanan gedung selesai. Belum ada kepastian bahwa seluruh pegawai dapat langsung kembali menggunakan Gedung Dinas Teknis Abdul Muis.

Pemprov juga menyatakan gedung tersebut telah diasuransikan. Informasi mengenai nilai kerusakan dan proses perbaikan belum diumumkan secara rinci.

Jalan Abdul Muis Sempat Ditutup untuk Operasi Pemadaman

Operasi besar pemadam turut berpengaruh terhadap arus kendaraan di sekitar Jalan Abdul Muis. Polisi melakukan penutupan jalan untuk memberikan ruang kepada armada pemadam serta menjaga masyarakat agar tidak mendekati gedung.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung mengatakan penutupan dilakukan selama proses pemadaman dan pendinginan berlangsung. Kendaraan dari arah Harmoni maupun kawasan Budi Kemuliaan harus menyesuaikan pengaturan lalu lintas sementara.

Penutupan juga berkaitan dengan risiko material dari bagian bangunan yang terbakar. Dokumentasi di lokasi memperlihatkan adanya reruntuhan material kebakaran di halaman gedung.

Petugas meminta masyarakat tidak mendekati kawasan tersebut agar akses kendaraan pemadam dan tim pemeriksa tidak terhambat.

Pemeriksaan Gedung Berlanjut Setelah Api Dipadamkan

Padamnya api belum mengakhiri seluruh rangkaian penanganan. Petugas masih perlu memeriksa kondisi ruangan, sistem kelistrikan, struktur bangunan, serta area yang mengalami kerusakan berat.

Kepolisian bersama Puslabfor telah melakukan pemeriksaan awal pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Observasi dilakukan dari lantai dasar sampai lantai 16 sebelum penyidik memusatkan perhatian pada lantai 11, lantai 12, dan lantai 16.

Sampel dari ketiga lantai dibawa ke Laboratorium Forensik Polri. Polisi menyatakan belum akan membuat kesimpulan tentang sumber kebakaran sebelum hasil pemeriksaan tersebut tersedia.

Olah tempat kejadian perkara dijadwalkan dilanjutkan pada Senin, 10 Agustus 2026. Pemeriksaan berikutnya diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai titik pertama munculnya api, pola penyebaran kebakaran, serta kemungkinan hubungan antara kondisi ruangan dengan pekerjaan renovasi yang sedang berlangsung

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *