Maudy Ayunda
Lifestyle

Maudy Ayunda Gali Tanaman Lokal untuk Bahan Skincare Berbasis Riset

Maudy Ayunda Gali Tanaman Lokal untuk Bahan Skincare Berbasis Riset

Maudy Ayunda Gali Tanaman Lokal untuk Bahan Skincare Berbasis Riset Maudy Ayunda tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, aktris, penulis, dan pegiat pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga memperluas kegiatannya ke industri perawatan kulit dengan menggali potensi tanaman Indonesia sebagai bahan utama produk kecantikan.

Langkah tersebut dijalankan melalui From This Island, jenama perawatan kulit yang didirikan Maudy bersama Patricia Davina. Perusahaan itu mengembangkan produk dengan memadukan bahan botani dari berbagai wilayah Indonesia dan pengujian ilmiah untuk memastikan keamanan serta manfaatnya bagi kulit.

Pilihan menggunakan tanaman lokal bukan sekadar unsur pemasaran yang ditempelkan pada kemasan. Maudy dan timnya harus menelusuri daerah asal tanaman, memahami cara budidaya, menguji komponen aktif, mencari metode ekstraksi, lalu menyusun formula yang stabil ketika disimpan dan digunakan konsumen.

Beberapa bahan yang telah diperkenalkan antara lain buah merah Papua, teh hitam Jawa, kacang tengkawang dari Kalimantan, serta tanaman lain yang tumbuh di wilayah tropis Indonesia. Setiap bahan memiliki karakter berbeda sehingga tidak dapat langsung dimasukkan ke dalam krim, pembersih, atau pelembap bibir tanpa penelitian.

From This Island menyatakan membawa bahan botani lokal dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan. Tujuannya adalah menghasilkan perawatan kulit yang efektif sekaligus memperkenalkan kekayaan hayati Indonesia kepada pasar yang lebih luas.

Ketertarikan Berawal dari Kekayaan Alam Indonesia

Indonesia memiliki keanekaragaman tanaman yang sangat besar. Banyak tumbuhan telah digunakan dalam ramuan tradisional, pangan, perawatan tubuh, dan kebutuhan rumah tangga oleh masyarakat di berbagai daerah.

Maudy melihat kekayaan tersebut sebagai sumber bahan yang belum seluruhnya dikembangkan menjadi produk kecantikan modern. Industri skincare dalam negeri masih sering mengambil inspirasi dari bahan yang lebih dahulu populer di Korea Selatan, Jepang, Eropa, atau Amerika Serikat.

Popularitas bahan seperti mugwort, centella, niacinamide, dan berbagai jenis beri membuat banyak konsumen lebih mengenal tanaman luar dibandingkan tumbuhan yang tumbuh di wilayah Indonesia.

Keadaan itu mendorong Maudy dan tim mencari bahan dengan identitas daerah yang kuat. Mereka ingin menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai tanaman dengan komponen potensial yang dapat dikembangkan melalui standar produksi modern.

Jenama tersebut lahir pada akhir 2023 dengan gagasan memanfaatkan bahan unggulan dari kepulauan Indonesia. Produk perdananya menggunakan bahan seperti teh hitam Jawa dan buah merah Papua.

Pemilihan nama From This Island ikut menegaskan arah tersebut. Nama itu menggambarkan produk yang berasal dari pulau pulau Indonesia, lengkap dengan bahan, pengetahuan masyarakat, dan karakter lingkungan tempat tanaman dibudidayakan.

Eksplorasi Tidak Berhenti pada Tanaman yang Sudah Populer

Mencari bahan skincare lokal bukan hanya memilih tanaman yang sudah dikenal masyarakat. Tim pengembang perlu meneliti tanaman yang selama ini lebih banyak dipakai sebagai bahan pangan, minyak tradisional, atau komoditas daerah.

Setiap tanaman dapat mengandung banyak senyawa. Namun, tidak seluruh senyawa cocok digunakan pada kulit. Konsentrasi yang terlalu tinggi dapat menimbulkan iritasi, sementara metode pengolahan yang salah dapat mengurangi manfaat bahan.

Tahap awal biasanya dimulai melalui pengumpulan informasi mengenai penggunaan tanaman oleh masyarakat setempat. Tim kemudian memeriksa penelitian yang sudah tersedia, kandungan kimia, kemungkinan manfaat, serta risiko penggunaannya.

Setelah itu, bahan perlu menjalani proses ekstraksi. Teknik ekstraksi menentukan komponen apa yang dapat diambil dari buah, daun, biji, kulit, atau bagian tanaman lain.

Ekstrak tersebut selanjutnya diuji dalam formula. Tim perlu memastikan teksturnya nyaman, aromanya dapat diterima, warnanya stabil, dan kandungannya tidak mudah berubah selama masa penyimpanan.

Proses panjang inilah yang membedakan eksplorasi bahan dengan sekadar memasukkan bubuk tanaman ke dalam produk.

“Tanaman lokal baru memiliki nilai kuat dalam skincare ketika identitas daerahnya didukung riset, pengolahan yang aman, dan manfaat yang dapat diuji.”

Buah Merah Papua Diolah Menjadi Pelembap Wajah

Salah satu bahan yang paling menonjol dalam produk From This Island adalah buah merah Papua. Tanaman dengan nama ilmiah Pandanus conoideus tersebut banyak ditemukan di wilayah Papua dan telah lama dikonsumsi oleh masyarakat setempat.

Buah merah memiliki warna merah pekat yang berasal dari komponen alaminya. Bahan ini juga dikenal mengandung berbagai jenis senyawa, termasuk karotenoid dan komponen lemak.

Dalam produk perawatan kulit, buah merah tidak digunakan dalam bentuk utuh. Bahan tersebut diolah menjadi ekstrak yang kemudian dimasukkan ke dalam formula pelembap.

Produk Papua Red Fruit Plumping Cream menjadi salah satu produk awal From This Island. Krim tersebut diarahkan untuk membantu menjaga kelembapan, membuat kulit terasa lebih kenyal, dan memperkuat lapisan pelindung kulit.

Penggunaan nama Papua pada produk ikut memperkenalkan daerah asal bahan kepada konsumen. Namun, penyebutan asal tersebut juga membawa tanggung jawab agar rantai pasoknya dapat dijelaskan dengan baik.

Perusahaan harus memastikan bahan diperoleh dengan cara yang tidak merusak lingkungan dan memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat yang terlibat dalam budidaya maupun pengolahan.

Teh Hitam Jawa Digunakan pada Produk Pembersih

Tanaman teh merupakan salah satu komoditas yang telah lama dibudidayakan di Indonesia. Daerah perkebunan teh tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, dan sejumlah wilayah lain.

From This Island memakai teh hitam Jawa pada produk Java Black Tea Soothing Gel Cleanser. Pemilihan bahan ini menunjukkan bahwa komoditas yang lazim dikonsumsi sebagai minuman juga dapat dikembangkan untuk perawatan kulit.

Teh mengandung berbagai komponen tumbuhan yang kerap dipelajari dalam industri kosmetik. Namun, manfaat sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh keberadaan satu bahan utama.

Pembersih wajah harus mampu mengangkat kotoran, minyak, sisa tabir surya, dan partikel lain tanpa membuat kulit terasa terlalu kering. Formula juga perlu mempertimbangkan tingkat keasaman, bahan pembersih, pelembap, serta pengawet.

Ekstrak teh hitam kemudian ditempatkan sebagai bagian dari keseluruhan formula, bukan sebagai satu satunya bahan yang bekerja.

Produk tersebut menjadi contoh bagaimana bahan perkebunan Indonesia dapat memperoleh nilai tambahan melalui penelitian, pengolahan, desain produk, dan pemasaran.

Kacang Tengkawang Kalimantan Masuk Produk Bibir

Eksplorasi tanaman lokal juga membawa From This Island ke Kalimantan. Jenama tersebut menggunakan illipe butter yang berasal dari kacang tengkawang sebagai bahan dalam Lip Butter Balm.

Tengkawang tumbuh pada pohon dari kelompok Shorea yang banyak ditemukan di Kalimantan. Biji tanaman tersebut dapat menghasilkan lemak nabati dengan tekstur padat pada suhu tertentu.

Dalam tradisi masyarakat, lemak tengkawang telah digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pangan dan perawatan tubuh. Industri kosmetik dapat memanfaatkannya sebagai bahan pelembut dan pelembap.

From This Island meluncurkan Lip Butter Balm dengan bahan asal Kalimantan pada 2024. Perusahaan menyebut tanaman yang digunakan dibudidayakan secara organik secara lokal, sekaligus diarahkan untuk mendukung petani dan komunitas sekitar.

Produk bibir membutuhkan formula yang mampu bertahan pada perubahan suhu. Bahan tidak boleh terlalu keras ketika berada di ruangan dingin dan tidak mudah meleleh saat dibawa bepergian.

Pengembang juga perlu mengatur rasa, aroma, kilau, dan kenyamanan ketika produk digunakan berulang kali. Tengkawang menjadi bagian penting karena karakter lemaknya dapat membantu membentuk tekstur balm.

Tanaman Lokal Harus Melewati Uji Keamanan

Istilah alami sering dianggap sama dengan aman. Anggapan tersebut tidak selalu benar. Tanaman dapat mengandung komponen yang memicu alergi, rasa gatal, kemerahan, atau iritasi pada sebagian orang.

Bahan alami juga dapat terkontaminasi mikroorganisme, logam, pestisida, atau kotoran apabila proses budidaya dan pengolahannya tidak dikendalikan.

Karena itu, setiap bahan perlu diperiksa sejak awal. Pengujian dapat mencakup identitas tanaman, kebersihan, kestabilan, potensi iritasi, serta kesesuaiannya dengan bahan lain.

Produk jadi juga membutuhkan sistem pengawet. Skincare yang mengandung air dapat menjadi tempat tumbuh bakteri dan jamur apabila tidak dilindungi dengan baik.

Pengawet sering dipandang negatif oleh konsumen, padahal penggunaannya dalam batas aman dibutuhkan untuk menjaga produk selama pemakaian.

Tim formulasi harus mencari keseimbangan antara bahan botani, bahan pendukung, keamanan, dan kenyamanan. Klaim produk juga tidak boleh melebihi hasil pengujian yang tersedia.

Riset Menentukan Konsistensi Bahan

Salah satu tantangan menggunakan tanaman adalah variasi kandungan. Tanaman yang tumbuh pada dua daerah berbeda dapat memiliki komposisi yang tidak sama.

Perbedaan dapat dipengaruhi jenis tanah, curah hujan, suhu, waktu panen, usia tanaman, serta cara penyimpanan setelah dipetik.

Industri skincare membutuhkan bahan dengan mutu yang relatif konsisten. Konsumen mengharapkan produk yang dibeli tahun ini mempunyai tekstur dan kualitas serupa dengan produk yang dibeli tahun berikutnya.

Untuk mencapainya, perusahaan perlu menentukan standar bahan baku. Petani dan pemasok harus mengetahui bagian tanaman yang digunakan, waktu panen yang sesuai, kadar air, serta cara penanganan.

Ekstrak kemudian perlu distandardisasi agar kandungan pentingnya berada dalam rentang yang ditentukan.

Maudy menempatkan pendekatan ilmiah sebagai bagian penting dari identitas From This Island. Jenama itu menyatakan memadukan bahan lokal dengan teknologi yang dikembangkan untuk produk perawatan kulit.

Petani Lokal Menjadi Bagian Penting dalam Rantai Pasok

Pengembangan bahan lokal tidak dapat dipisahkan dari petani. Mereka menjadi pihak yang menanam, memelihara, memanen, dan menjaga kualitas tanaman sejak awal.

Produk dengan harga tinggi tidak otomatis memberi kesejahteraan kepada petani apabila pembelian bahan dilakukan melalui rantai perdagangan yang terlalu panjang.

Perusahaan perlu membangun hubungan yang lebih jelas dengan pemasok. Harga pembelian, standar mutu, volume kebutuhan, serta jadwal panen harus disusun agar petani tidak menanggung seluruh risiko.

Tanaman untuk skincare juga memerlukan kepastian pasar. Petani akan sulit memperluas budidaya jika pesanan hanya muncul sesekali.

From This Island menyampaikan bahwa penggunaan tanaman yang dibudidayakan secara lokal diarahkan untuk menjaga kualitas bahan sekaligus mendukung penghidupan petani dan komunitas.

Komitmen tersebut perlu diterjemahkan menjadi sistem pembelian yang dapat ditelusuri. Konsumen semakin ingin mengetahui asal bahan, cara budidaya, dan pihak yang memperoleh manfaat dari penjualan produk.

Eksplorasi Tanaman Perlu Menjaga Pengetahuan Masyarakat

Sebagian tanaman telah digunakan masyarakat daerah jauh sebelum industri kecantikan modern mengenalnya. Pengetahuan mengenai cara memanen, mengolah, dan menggunakan tanaman dapat berasal dari pengalaman yang diwariskan antargenerasi.

Ketika pengetahuan itu masuk ke produk komersial, perusahaan perlu memberi penghargaan yang layak kepada komunitas asal.

Penghargaan tidak selalu berbentuk pencantuman cerita pada kemasan. Kerja sama ekonomi, pelatihan, penguatan kelompok tani, serta perlindungan sumber tanaman dapat memberi manfaat yang lebih nyata.

Perusahaan juga harus berhati hati agar tidak menyederhanakan kebudayaan daerah hanya menjadi bahan promosi.

Nama Papua, Jawa, atau Kalimantan seharusnya disertai informasi yang tepat mengenai asal bahan. Penyebutan wilayah tidak boleh dipakai secara longgar hanya karena terdengar menarik.

Pengembangan skincare lokal akan lebih kuat apabila perusahaan mampu menunjukkan hubungan yang jujur antara produk, tanaman, dan masyarakat yang merawatnya.

Tantangan Menjaga Kelestarian Tanaman

Permintaan bahan skincare dapat meningkat cepat setelah sebuah produk populer. Jika tanaman dipanen dari alam tanpa pengaturan, jumlahnya dapat berkurang.

Risiko lebih besar terjadi pada tanaman yang tumbuh lambat atau hanya ditemukan di wilayah tertentu. Pengambilan biji, buah, akar, atau kulit secara berlebihan dapat mengganggu kemampuan tanaman berkembang.

Karena itu, budidaya menjadi langkah penting. Perusahaan perlu memastikan bahan berasal dari tanaman yang ditanam dan dipanen secara terkendali.

Untuk tanaman hutan seperti tengkawang, perlindungan pohon juga berkaitan dengan kelestarian kawasan. Pohon tidak hanya menghasilkan biji, tetapi turut menjaga tanah dan menjadi bagian dari kehidupan satwa.

Penggunaan bahan lokal seharusnya mendorong masyarakat mempertahankan tanaman bernilai tinggi, bukan mempercepat pengambilannya dari alam.

Sistem pelacakan bahan dapat membantu perusahaan mengetahui jumlah yang dipanen, wilayah asal, dan cara pengelolaannya.

Bahan Indonesia Harus Bersaing dengan Kandungan Global

Pasar skincare sangat kompetitif. Konsumen mengenal berbagai bahan populer seperti retinol, vitamin C, asam hialuronat, ceramide, peptida, serta niacinamide.

Tanaman lokal tidak cukup dijual hanya karena berasal dari Indonesia. Produk tetap harus memberi pengalaman penggunaan yang baik dan menunjukkan hasil yang sesuai dengan klaim.

Konsumen akan menilai tekstur, aroma, kemudahan penyerapan, reaksi kulit, kemasan, serta harga. Mereka juga membandingkannya dengan produk Korea Selatan, Jepang, Eropa, dan merek lokal lain.

From This Island mencoba menggabungkan bahan botani Indonesia dengan bahan yang sudah dikenal dalam ilmu kosmetik. Pendekatan semacam ini membuat produk tidak bergantung pada romantisasi bahan alam.

Bahan lokal dapat menjadi unsur utama, sementara komponen lain membantu menjaga kelembapan, memperbaiki tekstur, atau meningkatkan kestabilan formula.

“Keunggulan tanaman Indonesia tidak cukup dibangun melalui cerita asal daerah. Produk harus tetap nyaman, aman, konsisten, dan mampu bersaing dengan formula internasional.”

Maudy Membawa Latar Pendidikan ke Bisnis Kecantikan

Maudy menempuh pendidikan Philosophy, Politics, and Economics di University of Oxford. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan magister bidang bisnis dan pendidikan di Stanford University.

Latar tersebut ikut memengaruhi cara ia membangun perusahaan. From This Island tidak hanya diletakkan sebagai proyek selebritas, tetapi sebagai usaha yang mempunyai penelitian produk, arah merek, dan tujuan pengembangan bahan lokal.

Profil Maudy di World Economic Forum menyebutnya sebagai pendiri From This Island, sebuah merek konsumen yang mengutamakan bahan lokal dan inovasi skincare berbasis ilmu pengetahuan.

Keberadaan nama terkenal memang membantu produk mendapat perhatian awal. Namun, ketahanan usaha tetap bergantung pada kualitas formula dan kepuasan pengguna.

Industri kecantikan memiliki konsumen yang kritis. Mereka dapat membandingkan komposisi, membaca ulasan, menilai harga, dan berpindah merek dengan cepat.

Maudy harus memastikan keterlibatannya tidak berhenti pada promosi. Pengembangan bahan, riset, dan pembentukan rantai pasok perlu berjalan secara berkelanjutan.

Produk Lokal Berpeluang Menembus Pasar Internasional

Tanaman Indonesia mempunyai peluang menjadi pembeda ketika produk dibawa ke pasar internasional. Konsumen global sudah mengenal argan dari Maroko, shea dari Afrika, teh hijau Jepang, dan ginseng Korea.

Indonesia dapat memperkenalkan buah merah, tengkawang, teh Jawa, serta berbagai tanaman lain sebagai bahan perawatan kulit.

Namun, ekspor skincare membutuhkan persyaratan yang ketat. Produk harus memenuhi aturan keamanan, pelabelan, pendaftaran, dan klaim di setiap negara tujuan.

Nama bahan juga perlu diterjemahkan ke dalam istilah yang dapat dipahami konsumen global. Cerita mengenai asal tanaman harus disampaikan tanpa kehilangan ketepatan ilmiah.

Kemasan dan kestabilan produk perlu diuji untuk perjalanan panjang serta perubahan suhu. Produk yang stabil di Indonesia belum tentu memberikan hasil sama ketika disimpan pada negara dengan musim dingin.

Maudy sejak awal menyatakan ingin membawa nama Indonesia ke tingkat global melalui bahan lokal yang diolah dengan pendekatan modern.

Edukasi Konsumen Menjadi Bagian dari Perjalanan Produk

Bahan yang belum dikenal membutuhkan penjelasan. Konsumen perlu mengetahui asalnya, fungsinya dalam formula, cara pemakaian, dan jenis kulit yang sesuai.

Edukasi tidak boleh hanya berisi janji bahwa suatu tanaman merupakan bahan ajaib. Setiap kulit dapat memberikan respons berbeda.

Produk pelembap mungkin membantu kulit kering, tetapi belum tentu cocok bagi orang yang sensitif terhadap salah satu komponennya. Uji pada bagian kecil kulit tetap dapat dilakukan sebelum pemakaian menyeluruh.

Konsumen juga perlu memahami urutan pemakaian. Pembersih, toner, serum, pelembap, dan tabir surya memiliki fungsi berbeda.

From This Island pernah memperkenalkan produk toner yang disebut telah melewati uji coba untuk mengangkat sel kulit mati dan membantu membersihkan pori tanpa menimbulkan ketidaknyamanan pada pengujian yang dilakukan perusahaan.

Penyampaian informasi seperti itu perlu disertai petunjuk yang jelas agar konsumen tidak memakai produk secara berlebihan.

Eksplorasi Tanaman Lokal Masih Sangat Luas

Buah merah, teh hitam, dan tengkawang baru mewakili sebagian kecil kekayaan botani Indonesia. Masih ada banyak tanaman dari Sumatra, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Papua, Kalimantan, dan Jawa yang berpeluang diteliti.

Tidak seluruh tanaman harus berakhir menjadi produk. Hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa suatu bahan tidak stabil, sulit dibudidayakan, atau tidak memberi manfaat yang cukup pada kulit.

Keputusan untuk tidak menggunakan bahan juga merupakan bagian penting dari proses ilmiah.

Tim pengembangan harus memilih tanaman yang aman, tersedia secara bertanggung jawab, dan dapat menghasilkan formula berkualitas.

Eksplorasi yang terlalu cepat berisiko membuat produk hanya mengikuti tren. Pendekatan bertahap memberi waktu untuk meneliti bahan, membangun pasokan, dan memahami respons konsumen.

Langkah Maudy Ayunda menunjukkan bahwa industri kecantikan dapat menjadi ruang pertemuan antara kekayaan alam, ilmu kosmetik, kewirausahaan, dan pemberdayaan daerah.

Tanaman lokal tidak lagi hanya ditempatkan sebagai hiasan cerita. Melalui riset, budidaya, standardisasi, dan formula yang tepat, bahan tersebut dapat memperoleh nilai lebih tinggi sekaligus memperkenalkan identitas Indonesia lewat produk yang digunakan sehari hari.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *