Jalurmedia.com – Dilaporkan bahwa sedikitnya 70 orang tewas dan 130 terluka dalam serangan udara di Sanaa, Yaman. Serangan tersebut disebabkan oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi.
Dikutip dari CNN bahwa serangan udara tersebut telah lama dikaitkan dengan pemberontak Houthi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Serangan ini dilakukan setelah setelah Arab Saudi melakukan invasi terhadap Yaman.
Serangan melalui udara tersebut yang terjadi di Yaman juga menyerang menara telekomunikasi Hodeida dan kemudian terblokirnya fasilitas internet di Yaman. Dilaporkan bahwa terdapat tiga anak tewas dalam serangan itu yang menjadi korban.
Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan internet masih belum dapat diakses pada siang hari Jumat (21 Januari 2022). Atas hal tersebut menghambat bantuan pertolongan atas serangan tersebut dan kemudian dukungan dihentikan.
Akibat Serangan Udara 70 Orang Tewas di Yaman
Seperti diberitakan CNN dikutip melalui CNNIndoensia, koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengakui melancarkan serangan udara ke wilayah Sanaa dan Hobeidah pada Jumat (21/01/2022).
Adapun serangan yang dilakukan oleh koalisi Arab Saudi tersebut diklaim bahwa serangan tidak ditujukan pada warga sipil, melainkan dituju kepada kelompok militer Houthi.
Dalam kasus serangan Hobeidah, peyerang mengklaim bahwa menara telekomunikasi tidak akan menjadi sasaran sampai Internet hilang. Mereka mengaku telah menyerang kelompok militer yang berada di kota pesisir Hobeidah.
Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengecam atas terjadinya serangan di wilayah Yaman, yang menewaskan puluhan orang tersebut. ICRC sangat prihatin dengan konflik yang terjadi saat ini. Termasuk serangan di kota-kota Yaman, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Eskalasi militer di Timur Tengah meninggi usai teror di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Senin lalu (17/1). Serangan pesawat nirawak atau drone milik kelompok Houthi meledakkan truk tangki hingga mengakibatkan tiga orang tewas.
Beberapa jam kemudian, kelompok Houthi di Yaman mengakui serangan pesawat tak berawak yang menyebabkan ledakan di Abu Dhabi UAE adalah tindakan mereka. Mereka mengklaim telah menargetkan beberapa target penting dalam serangan tersebut.
Houthi telah mendesak warga sipil dan orang asing untuk menghindari tujuan wisata di UAE.
Pasukan Saudi telah menyerang Sanaa, Yaman, tempat pemberontak Houthi bermarkas. Serangan tersebut yang dilakukan telah dimulai pada Selasa (18 Januari 2022).
Serang udara menewaskan anak-anak
Save the Children mengatakan tiga anak tewas saat bermain sepak bola dalam serangan udara di fasilitas komunikasi di kota pelabuhan Hodeidah yang dikuasai pemberontak. Pada saat yang sama juga telah terjadi pemadaman Internet secara nasional. Houthi diduga juga kemudian menyerang situs komunikasi nasional milik Yaman.
Arab Saudi mengklaim bahwa pasukan koalisi melancarkan serangan udara di Hodeidah tetapi tidak menyebutkan serangan apapun terhadap Saada.
Pasukan koalisi mengintensifkan serangan udara setelah Houthi meluncurkan serangan drone dan rudal di Uni Emirat Arab pada hari Senin lalu (17 Januari 2022). Tiga warga sipil tewas dalam serangan mematikan pertama tersebut yang terjadi di Uni Emirat Arab.





