Jalurmedia.com – Ary Wibowo, selaku penanggung jawab Proyek Sirkuit Formula E dari kontraktor PT Jaya Konstruksi mengaku kesulitan dalam proses penggarapan proyek lintasan Formula E. ia mengatakan, 40 persen dari total lintasan merupakan zona yang sangat sulit untuk dikerjakan.
Ary menjelaskan, dalam proses pengerjaan sirkuit yang berlokasi di Ancol, Jakarta ini dibagi menjadi lima zona. Zona-zona ini kemudian diberi nama menggunakan angka. Mulai dari zona 1, zona 2, zona 3, zona 4 dan zona 5. Adapun zona terakhir (zona 5) memiliki struktur tanah yang lunak atau berlumpur.
Penanggung Jawab Proyek juga mengatakan bahwa zona 5 paling sering bermasalah. Dimana, panjang dari zona ini adalah 1 kilo 4o meter. Panjang ini merupakan 40 persen dari panjang keseluruhan sirkuit. Sehingga, dengan panjang dan kesulitan yang terdapat pada zona ini, waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaiannya akan cukup panjang.
Zona Formula E Bermasalah
Ia juga menambahkan bahwa pihak PT Jaya Konstruksi kini tengah mempersiapkan sebuah konstruksi yang terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini. “kita menyiapkan sebuah konstruksi untuk mendudukkan konstruksi ini dengan baik,” ujarnya.
Tak hanya terjadi di zona 5, pihaknya juga mengatakan bahwa terjadi beberapa kesulitan pada zona lain. Salah satunya pada zona 4. Meskipun menurutnya permasalahan yang timbul tidak sesulit yang mereka hadapi pada zona 5.
Selain zona 5, ia juga mengatakan ketika pengerjaan di lapangan, ada kesulitan pengerjaan di zona 4, namun tidak sesulit zona 5. Permasalahan pada zona 4 masih pada struktur tanahnya yang lunak. Namun pihaknya mengatakan bahwa pengerjaan mereka pada zona ini sedikit lebih mudah. Informasi tambahan, zona ke 4 berukuran kurang lebih 250 meter.
Untuk kondisi tanah di zona 1,2 dan 3 menurutnya relatif baik dan proses pengerjaan berjalan dengan baik.
Dikerjakan Dalam Waktu 7×24 Jam
Ahmad Sahronim, selaku Ketua Pelaksana Formula E mengatakan bahwa proses pengerjaan sirkuit ini dilakukan dengan sebaik mungkin. Dimana, pembangunan di jalankan dengan skema tujuh hari full. Dan dalam saru hari pengerjaan dilakukan selama 24 jam.
Dengan proses pengerjan yang terbilang cukup padat tersebut, ia optimis bahwa sirkuit dapat rampung pada waktu yang telah ditentukan.
Belum lagi sirkuit ini bersifat semi permanen. Dimana setelah digunakan dapat dilepas dan dipasang kembali ketika dibutuhkan. Berbeda dengan Sirkuit MotoGP di Mandalika yang struktur bangunannya yang bersifat permanen.
Formula E musim ini rencananya akan diselenggarakan di Jakarta, Indonesia. Pertandingan ini akan digelar di sirkuit yang sedang dalam tahap pembangunann di kawasan Ancol, Jakarta Utara pada 4 Juni 2022 mendatang.
Target waktu pengerjaan proyek sirkuit ini adalah 54 hari. Terhitung sejak tanggal 3 Februari 2022 dan diharapkan rampung pada tanggal 28 Maret 2022. Sirkuit ini nantinya akan memiliki panjang 2.400 meter dengan jumlah 18 tikungan dan trek lurus sepanjang 527 meter.
Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan ddana sebesar Rp 50 miliar dengan sumber dana dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro).





