Lepas Dari Lockdown Omicron Masuk Perancis Tanpa Hasil Tes Covid
Travel

Lepas Dari Lockdown Omicron Masuk Perancis Tanpa Hasil Tes Covid

Jalurmedia.comPemerintah Perancis mengumumkan pada Jumat (11/0/2022) akan mencabut persyaratan tes negatif Covid-19 bagi wisatawan termasuk turis asing yang telah mendapatkan vaksinasi full dosis.

Kebijakan ini diterapkan seiring dengan munculnya mutasi baru dari pandemi Covid-19 yakni varian Omicron. Ini adalah tahap baru di sebagian besar negara di mana varian Omicron mendominasi dan tingkat penyebaran kasus Covid-19 yang masih tinggi.

“Bagi mereka yang bepergian ke Perancis mulai Sabtu (12/02/2022) maka untuk persyaratan bukti vaksinasi sudah cukup, terlepas dari negara asalnya, seperti sebelum varian Omicron menyebar luas,” demikian dikutip dari laman AFP pada 12 Februari 2022.

Namun, untuk wisatawan yang tidak divaksinasi atau yang belum mendapatkan vaksinasi maka hasil tes dari Covid-19 tetap dijadikan persyaratan. Selain itu, mereka juga harus ditunjukan dengan hasil negatif. 

Adapun kebijakan tambahan lainnya adalah bagi pelancong berasal dari negara dengan daftar hijau maka inspeksi saat kedatangan dan karantina akan dicabut. Dalam hal ini artian bahwa maka wisatawan tersebut dapat langsung untuk berkunjung tanpa harus melalui proses karantina.

Namun, orang-orang dari negara-negara di daftar negara oranye bagi Perancis yang belum menerima suntikan akan ditanya mengapa mereka datang ke Perancis atau alasan mereka berkunjung. Tak hanya itu pelancong juga akan diminta untuk menjalani tes Covid-19 pada saat kedatangan.

Dalam hal ini pemerintah Perancis bermaksud untuk kembali membuka batasan kepada para turis. Terutama mereka yang hendak berkunjung ke Perancis. Dengan harapan bahwa dapat memulihkan kembali pariwisata Perancis setelah lockdown. Sebelumnya, tindakan pembatasan ini telah  dilakukan sejak akhir tahun 2021 lalu. Hal ini terjadi akibat dari melonjak tinggi penyebaran varian Omicron di Eropa dan termasuk di Perancis.

Perkembangan kasus Omicron di Indonesia dan dunia

GISAID melaporkan, wabah varian Omicron dari Covid-19 (B.1.1.529) di Indonesia mencapai 4.328 kasus hingga Rabu 9 Februari 2022. Jumlah untuk kasus Omicron yang terjadi di Indonesia lebih meningkat dari sehari sebelumnya.

Dalam sepekan, jumlah kasus di Indonesia naik 100,74%. Indonesia merupakan subspesies Omicron nomor satu di Asia Tenggara dengan peningkatan kasus yang banyak.

Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Thailand sebanyak 2.180 kasus. Setelah itu disusul oleh Singapura dengan kasus Omicron naik menjadi 18,14% setiap minggunya.

Sedangkan untuk data harian angka jumlah kasus Omicron di negara ini kemarin tercatat 1.726 jiwa, Filipina dengan jumlah kasus Omicron 1.140 kasus (naik 1.152,75%), jumlah kasus Omicron di Malaysia naik 18,77 persen menjadi 696 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan Kamboja dengan jumlah kasus Omicron 257 kasus (naik 69,08%).

GISAID melaporkan bahwa total 1,08 juta kasus Covid-19 Omicron telah diidentifikasi di seluruh dunia. Jumlah kasus varian Omicron Covid-19 bertambah hingga mencapai 772,89 ribu pada pekan lalu.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *