McDonald’s Menutup Seluruh Gerai di Rusia
Ekonomi News

McDonald’s Menutup Seluruh Gerai di Rusia

Jalurmedia.com – McDonald’s mengumumkan penutupan semua gerainya sebanyak 847 restoran dan gerainyya di Rusia pada Selasa, 8 Agustus 2022, termasuk yang berlokasi Pushkin Square yang terkenal dan merupakan Mcd pertama di Rusia. Keputusan ini akan memaksa merek global lainnya untuk menghentikan aktivitas mereka di Rusia setelah Moskow menggencarkan serangannya kepada Ukraina.

Penutupan gerai McDonald’s juga memiliki makna simbolis di Rusia. Ketika McDonald’s dibuka di Moskow tengah pada tahun 1990, itu menjadi simbol kapitalisme Amerika yang sedang berkembang selama runtuhnya Uni Soviet.

Dalam percakapan dengan perusahaan, konsultan waralaba internasional William Edwards mengatakan apakah mereka akan mengikuti McDonald’s dengan menutup toko Rusia karena alasan etis: “Jika mereka memutuskan untuk melakukan sesuatu, yang lain akan mengikuti.”

McDonald’s Berada di Bawah Tekanan

Merek global utama, termasuk McDonald’s dan PepsiCo, berada di bawah tekanan dari konsumen dan investor. Termasuk di dalamnya adalah Layanan Pensiun Negara Bagian New York untuk menarik diri dari Rusia. Rusia telah menggambarkan tindakan di Ukraina sebagai “operasi khusus”.

Restoran cepat saji ini dibuka di Pushkinskaya Square, 32 tahun lalu ketika Uni Soviet runtuh. Restoran baru ini merupakan tempat meleburnya ketegangan Perang Dingin pada saat beberapa anak muda Rusia mendambakan jeans dan makanan Amerika lainnya.

“Tidak mungkin untuk memprediksi kapan sebuah restoran akan dibuka kembali di Rusia,” kata CEO McDonald’s Chris Kempchinsky dalam email yang diposting di situs web perusahaan pada Selasa, 8 Maret 2022.

“Kami melihat gangguan dan dampak operasional lainnya dalam rantai pasokan kami. Kami juga akan memantau situasi kemanusiaan dengan cermat,” tambah Chris.

Penutupan McDonald’s merupakan sebuah gambaran dari dampak ekonomi bagi Rusia. Hal ini menjadi sanksi Barat atas serangan yang dilakukan Rusia kepada Ukraina.

Nasib ribuan karyawan McDonald’s di Rusia

McDonald’s mengatakan akan terus membayar 62.000 karyawannya di Rusia. Mengingat ukuran rantai, restoran cepat saji ini sering meniru merek lain ketika mengambil sikap. Termasuk terhadap masalah yang membutuhkan adanya perubahan operasional besar dalam perusahaan.

Dari sekitar 850 toko McDonald’s di Rusia, perusahaan memiliki 84%. Sisanya dikelola oleh Rosinter Restaurant Holdings, sebuah perusahaan waralaba yang berbasis di Moskow.

Restoran cepat saji ini memiliki beberapa kantor di Rusia. McDonald’s mengambil pendekatan yang lebih langsung untuk menutup seluruh gerainya di Rusia. Hal ini belum dilakukan oleh brand pesaing lainnya seperti KFC dan juga jenis makanan cepat saji lainnya di Rusia. Baik itu Kentucky Fried Chicken dan Pizza Hut, Brands International Burger King, Subway, Papa John’s International Inc., Starbucks Corp. Dan Domino’s Pizza Co dan lain sebagainya yang juga merupakan produk-produk kapitalisme.

Misalnya, pemilik Burger King, Restaurant Brands mengatakan kepada Reuters bahwa karena Burger King “adalah bisnis yang berdiri sendiri yang dimiliki dan dioperasikan oleh pewaralaba di Rusia,” perusahaan tersebut memiliki “perjanjian hukum lama yang tidak mudah diubah di masa depan yang bisa diduga.” 

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *