Vaksin Merah Putih Mendapat Izin BPOM
Health

Vaksin Merah Putih Mendapat Izin BPOM

Jalurmedia.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin kepada vaksin coronavirus (Covid-19) merah putih yang dikembangkan oleh Universitas Airlangga (Unair) berdasarkan virus yang tidak aktif. Pembuatan vaksin merah putih tersebut besutan Unair bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceuticals, kami telah mengadopsi Clinical Trial Protocol (PPUK).

Ada Kemungkinan Vaksin Merah Putih Ikut Uji Klinis

Benny K. Lukito selaku kepala BPOM menambahkan bahwa dengan pemberian PPUK tersebut memungkinkan vaksin merah putih untuk berpartisipasi dalam uji klinis pada manusia. Diharapkan target BPOM mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Unair Merah Putih dapat tercapai pada Juli 2022 untuk dapat didistribusikan kepada masyarakat secara umum.

“Dengan senang hati kami umumkan bahwa PPUK untuk vaksin Merah Putih menggunakan platform viral inactivated yang dikembangkan oleh Unair dan PT Biotis Pharmaceuticals,” kata Penny dalam siaran resmi yang dikutip dari CNNIndonesia, Senin (07/02/2022).

Selama ini Penny telah memberikan arahan berupa standar dan persyaratan produksi obat dan vaksin yang aman. Kualitas tinggi, diproduksi di pabrik farmasi yang memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP) internasional untuk obat aktif.

Saat ini, PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia juga telah memiliki sertifikat GMP dan pra-GMP untuk pabrik yang dikemas dan selesai pada tanggal 18 Agustus.

Penny berharap dengan pendanaan dan persiapan ini, vaksin dalam negeri terus dikembangkan. Memastikan bahwa semua orang Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk divaksinasi tepat waktu.

“Kami telah bekerja sama untuk membuat negara lebih mandiri dalam pengembangan dan produksi vaksin. BPOM telah memberikan dukungan dalam bentuk R&D dan fasilitas manufaktur yang sesuai dengan GMP,” kata Benny.

Selain vaksin dari Unair, juga terdapat sejumlah universitas dan lembaga lainnya yang mengembangkan vaksin Merah Putih. Seperti LBM Eijkman dengan vaksin subunit protein rekombinan/ selanjutnya vaksin dari LIPI dengan metode protein rekombinan modifikasi RBD.

Kemudian ada ITB dengan metode sub unit protein rekombinan dan Adenovirus vector. Lalu UI dengan metode pengembangan DNA, mRNA, dan platform virus like-particles. Dua yang lain, yakni UGM dengan subunit protein rekombinan, dan dari Unpad dengan dua platform protein rekombinan dan peptida, IgY Anti-RBD.

Vaksin Merah Putih Sudah Bersertifikat Halal MUI

Majelis Ilmuwan Indonesia (MUI) menggandeng PT Biotis Pharmaceuticals untuk mengidentifikasi vaksin virus corona merah putih atau Covid-19 yang diproduksi Universitas Airlangga (Unair) halal untuk digunakan.

Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF mengatakan pihaknya telah memfatwakan vaksin tersebut pada Senin (07/02/2022) lalu. Hasanuddin AF menegaskan bahwa vaksin merah putih nantinya akan tersedia untuk lebih banyak orang. Juga dipastikan bahwa komponen vaksin tidak mengandung najis.

“Tentu saja, produk halal tidak mengandung babi atau kotoran,”imbuh Hasanuddin AF.

Sebelum vaksinasi putih dan merah, Kementerian Dalam Negeri memutuskan untuk memilih fatwa halal untuk lebih banyak vaksin virus corona. Ini termasuk vaksin dari China Sinovac dan Zivivax. Selain vaksinasi tersebut, MUI menyatakan dilarang. Namun, masih dapat digunakan dalam keadaan darurat terkait virus corona.

Sebelumnya, Muhammad Nasih dari Universitas Unair di Surabaya mengatakan bahwa vaksin putih dan merah yang mereka kembangkan akan halal. Sertifikat halal itu berlaku hingga 2026 mendatang.

Vaksin Merah Putih saat ini sedang dalam uji klinis, tetapi masih jauh dari penerimaan Emergency Use Authorization (EUA). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berencana menggunakan vaksin merah putih sebagai vaksin untuk anak-anak. Setelah proses klinis dan proses persetujuan selesai sepenuhnya.

“Kami membahas dan menghitung vaksin merah putih secara internal. Itu bisa digunakan untuk vaksinasi ulang dan untuk vaksinasi anak-anak,” kata Budi.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *