Jalurmedia.com – Bob Dylan adalah seorang penyanyi, musisi dan penyair Amerika yang sangat berpengaruh di dunia. Karyanya telah banyak dikenal karena memberi dampak besar bagi kehidupan sosial masyarakat. Kali ini, kabar baik kembali digaungkan penyanyi legendaris tersebut. Pasalnya, Sony Music Entertainment atau SME telah resmi membeli katalog musik Bob Dylan. Dalam katalog tersebut, berisi 39 album studio, 16 album kompilasi Bootleg Series, dan beberapa single serta rekaman-rekaman langka.
Katalog Musik Bob Dylan Dibeli Sony Music Entertainment
Selain beberapa hal yang sudah disebutkan tersebut, Sony Music juga mendapatkan hak atas sejumlah rilisan musik Bob Dylan di masa yang akan datang. Berdasarkan laporan yang diterima Variety pada Senin (24/1) lalu, seluruh katalog tersebut telah terjual dengan nilai US$150-200 juta. Harga tersebut jika dikonversi ke rupiah akan setara dengan Rp2,1-2,8 triliun (US$1 = Rp14.346).
Tahun 2022 ini menjadi tanda akan 60 tahun karier Bob Dylan sebagai musisi. Hal itu juga menandakan enam dekade atas kerja samanya yang terjalin antara Bob Dylan dengan Columbia Records. Pada 1961 lalu, Bob Dylan menandatangani kontrak dengan Columbia Records, yaitu anak perusahaan dari Sony Music Entertainment.
Satu tahun setelah ia menandatangani kontrak, Bob Dylan merilis album debut namanya sendiri. Kerja sama tersebut berjalan mulus sehingga terus berlanjut sampai Bob Dylan merilis album terbarunya di tahun 2020 yang berjudul Rough and Rowdy Ways.
Dylan mengungkapkan bahwa Columbia Records dan Bob Stringer selalu baik kepadanya selama bertahun-tahun dan setelah melalui banyak rekaman. Ia juga merasa lega mengetahui seluruh rekamannya bisa tetap berada di tempat yang seharusnya.
Rob Stringer, selaku bos dari Sony Music Group, juga mengakui bahwa sejak awal kariernya sebagai musisi, Bob Dylan mempunyai hubungan yang spesial denagn Columbia Records. Ia berharap agar hubungan tersebut dapat terus tumbuh dan berkembang bersama.
Saat Stringer mengumumkan kesepakatannya dengan Dylan, ia juga mengungkapkan bahwa pengaruh dan rekaman Dylan untuk budaya pop tidak tertandingi. Ia juga senang Dylan akan menjadi member permanen dari keluarga Sony Music.
Lebih lanjut, Stringer mengatakan ia tidak sabar untuk bekerja sama dengan Dylan dan timnya untuk menemukan cara yang dapat membuat musiknya dapat terus dinikmati para penggemarnya hari ini maupun pada generasi selanjutnya.
Pernah Bekerja Sama dengan UMPG
Sebelumnya, di akhir tahun 2020, Bob Dylan pernah menjual seluruh katalog musiknya tersebut pada Universal Music Publishing Group (UMPG). Kesepakatan mereka saat itu bernilai US$400 juta atau setara dengan Rp5,7 triliun.
Dari hasil kesepakatan tersebut, Universal Music Publishing Group mengakuisisi musik Dylan dari single Blowin’ in the wind (1963) hingga Murder Most Foul (2020). Dylan juga dikabarkan berencana mendonasikan arsip pribadinya ke Bob Dylan Center di Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat, yang akan dibuka pada bulan Mei mendatang.





