Kenapa Perilaku Ghosting itu Menyakitkan?
Relationship

Kenapa Perilaku Ghosting itu Menyakitkan?

Jalurmedia.com –┬áKalian mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah ghosting. Perilaku tersebut sering kali dibicarakan, terutama di media sosial. Dikutip dari IDN Times, ghosting ialah perilaku tiba-tiba menghilang saat sebelumnya pernah begitu dekat dengan seseorang. Mereka menghilang tanpa pamit, kabar, atau pemberitahuan sebelumnya. Hal tersebut tentunya sangat menyakitkan, apalagi pelaku ghosting tersebut sudah memberikan bekas yang cukup dalam di hati seseorang. Ternyata ada beberapa alasan kenapa perilaku ghosting bisa memberikan perasaan menyakitkan yang bisa kamu lihat di penjelasan berikut ini.

Alasan Kenapa Perilaku Ghosting Bikin Sakit Hati

Menyentuh ketakutan terdalam seseorang terhadap pengabaian

Perilaku ini bisa berdampak buruk karena memberi harapan yang membangun ekspektasi tinggi bagi orang lain. Akibatnya, korban ghosting akan merasa sangat terabaikan dan terluka.

Di lubuk hati terdalamnya, ada bayangan rasa terpuruk atau dicampakkan yang kini harus menjadi kenyataan. Itu menjadi hal yang tidak ingin dipercaya, karena bagi korban ghosting akan sangat menyakitkan. Tapi faktanya hal tersebut telah terjadi dalam hidupnya dan akhirnya membuat semakin dalam rasa kecewa yang dialaminya.

Semakin merasa dirinya tidak layak

Setiap orang masing-masing memiliki ketakutan di dalam diri mereka. termasuk salah satu di dalamnya ialah rasa tidak pantas atau tidak layak bersama dengan seseorang yang dicintai.

Ketika seseorang dighosting, ia akan semakin menyakini apa yang sudah ia percaya sebelumnya, yaitu perasaan tidak layak. Kenyataan bahwa ia telah mengalami perilaku ghosting semakin membuatnya yakin bahwa memang ia tidak pantas bersama dengan orang yang dicintainya tersebut.

Memicu ingatan terhadap pengabaian emosional di masa kanak-kanak

Tidak banyak yang menyadari jika inner childhood seseorang bisa saja terluka. Dampak dari pengalaman yang tidak menyenangkan saat masih kecil di masa lalu bisa terbawa hingga seseorang menjadi dewasa.

Pengabaian secara emosional sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikis individu. Hal itulah yang menyebabkan perilaku ghosting berdampak pada psikis seseorang, karena dapat membuka kembali luka lama yang masih tersimpan di dalam dirinya tersebut.

Menciptakan keraguan yang bisa merusak harga diri

Tentu saja ketika seseorang dighosting, ia akan bertanya-tanya apa sebab mereka meninggalkan dirinya tanpa kabar. Kekurangan atau kesalahan apa yang sudah dilakukannya sehingga ia harus mengalami perilaku tidak menyenangkan ini.

Banyak pertanyaan yang bermunculan mengenai keraguan terhadap dirinya sendiri yang terus menghantui pikirannya. Jika terus berlangsung, hal itu akan membuat seseorang semakin terpuruk dan merasa tidak lagi memiliki harga diri.

Kehilangan momen mengakhiri hubungan

Setiap sesuatu yang dimulai pasti akan diakhiri, begitu juga dengan hubungan dalam percintaan. Jika memang dirasa tidak cocok atau terdapat alasan lain, maka sebaiknya dibicarakan dengan baik. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi dalam perilaku ghosting.

Akibatnya seseorang cenderung tidak bisa memiliki argumentasi atau momen yang menjadi tanda dari berakhirnya hubungan mereka. Pada akhirnya, semua masih menjadi tanda tanya yang tidak ada kejelasannya.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *