Viral, Beli Minyak Goreng Pakai KK dan Bukti Vaksin, Begini Tanggapan Mendag
Ekonomi News

Viral, Beli Minyak Goreng Pakai KK dan Bukti Vaksin, Begini Tanggapan Mendag

Jalurmedia.com – Kontroversi minyak goreng terus berlanjut. Mereka yang ingin membeli minyak goreng yang serempak diberikan harga Rp. 14.000 per liter harus menyertakan fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan bukti vaksin COVID-19.

Hal itu terlihat dari postingan Instagram @video_medsos yang diunggah pada Minggu (20/2). Hingga Senin pagi (21/02), postingan tersebut memiliki 1.160 likes.

Namun, tidak jelas kapan dan di mana ketentuan ini berlaku. Dari foto terlampir, terlihat sebuah kertas terlampir yang menyatakan bahwa harga program minyak goreng adalah Rp. 14.000 / l liter berlaku untuk semua merek dari Sania, Sobia, hingga Fortune.

Namun, jumlah pembelian terbatas. Untuk paket 1 liter hanya bisa beli 2 pcs/merek/struk atau kurang. Sedangkan untuk ukuran 2 liter dan 5 liter hanya bisa membeli pcs/merek /struk. Ukuran 2 liter Rp 28.000 dan ukuran 5 liter Rp 70.000.

“Perhatian! Setiap membeli minyak kelapa bersubsidi, harus melampirkan fotokopi kartu keluarga dan bukti ketersediaan vaksin,” tulis minimarket tersebut.

Postingan tersebut mendapat berbagai jawaban, dan salah satu netizen bertanya tentang hubungan antara pembelian minyak goreng dan vaksinasi.

“Apa hubungan antara vaksin dan minyak goreng?” Kata akun @anthonykusuma8058.

“Saya tidak lagi beli bansos, tapi masak juga susah dasar negeri dongeng,” kata @dickypermana_sidik.

Tanggapan Mendag

Menanggapi hal itu, Oke Nurwan, Direktur Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan (Kemendag), mengatakan pemerintah tidak pernah menetapkan syarat jual beli minyak goreng.

Kementerian Perdagangan dan Perindustrian menggelontorkan 115 juta liter dalam enam hari, jadi menurut seharusnya jumlah itu memenuhi ketersediaan minyak goreng.

“Dalam hal ini semua pihak harus menjaga ketertiban dalam pendistribusian minyak goreng di kalangan masyarakat. Kami jamin siapa pun yang berusaha memutarbalikkan distribusi akan ditindak tegas,” kata Oke, Selasa (22/2).

Selain itu, Bapak Oke mengatakan prioritas Departemen Perdagangan saat ini adalah membuat pasokan minyak goreng tersedia dari hulu hingga hilir sehingga masyarakat memiliki jumlah yang cukup.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi bersama TNI AU mendistribusikan 52.800 liter minyak goreng ke beberapa wilayah di Papua, antara lain Sorong, Merauke, dan Jayapura.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *