Jalurmedia.com – Bagi kebanyakan wanita, tubuh gemuk bisa menjadi tidak percaya diri, tidak menarik, dan tidak menarik. Masalah kelebihan berat badan sebenarnya bisa disebabkan karena berbagai alasan.
Obesitas adalah suatu kondisi penimbunan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan antara asupan energi dengan energi yang digunakan dalam jangka waktu yang lama. Peningkatan obesitas saat ini terkait dengan kurangnya aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, serta tingginya asupan gula, garam, dan lemak (GGL).
Banyak yang percaya bahwa obesitas adalah karena makan berlebihan, yang membuat orang tidak perlu. Tapi masalahnya tidak semudah itu. Ada banyak hal yang tidak kita ketahui, yang juga menyebabkan obesitas.
Apakah Anda peduli tentang apa pun? Seperti dilansir Liputan6.com, berikut Jalurmedia merangkum lima penyebab gemuk yang jarang muncul dan cara mengatasinya.
Penyebab obesitas
-
Ketidakpatuhan dengan diet
Penyebab obesitas yang paling mudah diidentifikasi adalah pola makan yang kurang seimbang. Ini biasanya dimulai dengan overdosis banyak makanan berkalori tinggi. Selain itu, jika Anda jarang mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan. Diet yang tidak seimbang secara otomatis menumpuk lemak tanpa disadari.
-
Mengalami banyak stres
Jika Anda tidak ingin gemuk atau menambah berat badan setiap hari, cobalah untuk tetap tenang, nyaman dan bahagia. Jangan kewalahan karena terlalu gugup. Banyak ahli telah menunjukkan bahwa stres berat adalah penyebab utama masalah obesitas.
-
Kurang tidur
Jika Anda sering begadang, mulailah dari sini untuk mengatur ulang jadwal tidur dan tidur yang cukup. Para ahli kesehatan telah menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko obesitas.
Selain itu, waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur terutama digunakan untuk jajan dan makan. Risiko obesitas bisa tiga sampai empat kali lebih tinggi.
-
Minum obat
Konsekuensi dari penggunaan zat bervariasi dari pengguna ke pengguna. Ada juga obat-obatan yang menyebabkan kantuk, menambah nafsu makan, susah tidur, dan mengubah kadar gula darah menjadi lemak. Beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa tindakan obat yang paling umum menyebabkan obesitas.
-
Masalah hormonal
Hormon adalah pembawa pesan kimiawi yang mengatur proses tubuh kita. Hormon leptin dan insulin, bersama dengan hormon seks, mempengaruhi nafsu makan kita, metabolisme (tingkat di mana tubuh kita membakar makanan untuk energi), dan bagaimana lemak didistribusikan dalam tubuh kita.
Karena leptin diproduksi oleh sel-sel lemak, orang gemuk cenderung memiliki kadar yang lebih tinggi daripada orang dengan berat badan normal.
Gejala obesitas
Tanda-tanda kenaikan berat badan dapat diamati dari dukungan tubuh yang sudah kelebihan beban. Salah satunya adalah pinggang dan lutut. Siapa pun yang sering mengalami sakit punggung dan lutut tanpa alasan pasti tahu bahwa ini adalah tanda kenaikan berat badan.
Selain itu, tanda-tanda kenaikan berat badan bisa dirasakan oleh sistem pencernaan. Perut lapar adalah tanda kenaikan berat badan. Tubuh kemudian cepat merasa lelah, kadang terjadi sesak napas, dan mendengkur adalah tanda paling umum dari kenaikan berat badan.
Gejala obesitas lainnya yang harus diwaspadai adalah:
-
Sakit punggung dan lutut
Semakin berat tubuh, semakin berat beban yang harus ditanggung pinggul dan lutut. Tanda kenaikan berat badan adalah sensasi nyeri di punggung bawah dan lutut. Anda mungkin kelebihan berat badan, terutama jika Anda merasakan sakit di punggung bagian bawah atau lutut saat berdiri atau berjalan untuk waktu yang lama.
-
Mudah merasa lapar
Tanda paling umum dari kelebihan berat badan adalah rasa lapar yang cepat. Makanan cepat saji yang tinggi gula dan karbohidrat bisa membuat Anda merasa lapar dan “kecanduan”.
-
Pakaian semakin sempit
Tanda kenaikan berat badan adalah pakaian Anda lebih ketat dari biasanya. Jika Anda merasa pakaian Anda semakin sempit, ini pertanda obesitas. Jenis pakaian yang paling jelas di mana Anda bisa merasakan tanda-tanda kenaikan berat badan adalah celana panjang. Ini karena bagian pertama tubuh, perut, pinggul, dan paha, bertambah besar sebagai tanda penambahan berat badan.
-
Sesak nafas
Jika seseorang rentan mengalami sesak napas saat beraktivitas, ini merupakan tanda kenaikan berat badan atau kelebihan berat badan. Mengutip dari boldsky.com, kelebihan berat badan memberi tekanan pada sistem kardiovaskular dan mengganggu pasokan oksigen yang tepat untuk bernafas.





