Kasus Harian COVID-19 di Jabodetabek Semakin Meningkat
News

Kasus Harian COVID-19 di Jabodetabek Semakin Meningkat

Jalurmedia.com – Jumlah kasus harian COVID-19 dengan varian omicron terus mengalami peningkatan. Terlebih dalam sepekan terakhir, kasus harian mengalami lonjakan yang signifikan.

Lampaui Gelombang Kedua

Jika dilihat dari Data Kementrian Kesehatan, terdapat beberapa wilayah Jabodetabek yang tercatat adanya kasus harian melebihi puncak gelombang kedua yang disebabkan oleh varian delta pada Juli 2021 lalu. Salah satunya adalah wilayah Tangerang Raya.

Pada awal Februari, telah tercatat kasus baru secara harian sekitar 4.000 kasus. Sementara itu, pada puncak varian delta tahun lalu, jumlah puncak kasus per hari berkisar 3.200 kasus.

Selain Tangerang Raya, wilayah Depok juga mulai mencatat lebih banyak kasus COVID-19 setiap harinya daripada puncak varian Delta. Menurut Data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus COVID-19 per hari melebihi 1.600 pada awal Februari. Di sisi lain, pada puncak varian delta terakhir, jumlahnya mencapai 1.400 per hari.

Ada juga beberapa kasus setiap harian yang cukup tinggi di wilayah Jakarta, Bekasi Raya, dan Bogor Raya. Dalam waktu dekat, kemungkinan kasus harian COVID-19 juga dapat terjadi di tiga wilayah tersebut yang jumlahnya dapat melampaui puncak gelombang kedua tahun lalu. Angka secara nasional juga menunjukkan peningkatan penularan yang signifikan.

Pada 5 Februari 2022, jumlah harian kasus baru meningkat dua kali lipat menjadi 33.729. Angka tersebut masih di bawah angka saat varian delta mencapai puncaknya pada 15 Juli 2021 lalu dengan jumlah kasus per hari mencapai 56.757.

Namun, perlu dicatat bahwa laju pertumbuhan penyebaran varian Omicron jauh lebih cepat daripada Delta. Jika dibandingkan, data saat jumlah kasus COVID-19 per hari mencapai 404 pada 5 Januari 2021.

Sementara jumlah kasus harian COVID-19 saat ini melebihi 8.000% dalam satu bulan terakhir. Di sisi lain, laju peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang mencapai puncaknya dalam sebulan pada varian Delta tahun lalu hanya sebesar 595%.

Prediksi Mencapai 150.000 Kasus

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, juga menanggapi hal ini. Ia mengatakan, total penambahan kasus COVID-19 per hari di Indonesia pada puncak infeksi virus SARSCoV2 varian Omicron diperkirakan bisa mencapai 100.000 hingga 150.000 kasus. Prediksi tersebut berdasarkan pengalaman di beberapa negara lain yang pernah mengalami masa puncak infeksi varian Omicron.

Dante mengatakan bahwa Indonesia mungkin akan sedikit lebih tinggi dibandingkan saat puncak varian Delta kemarin. “Kalau kemarin sampai 57.000 kasus per hari, sekarang bisa saja ada sekitar 100.000 hingga 150.000 kasus per hari,” kata Dante, pada hari Kamis (3/2) lalu.

Meskipun begitu, jumlah lonjakan kasus harian tergantung pada penerapan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat. Menurut Dante, dengan pengalaman lonjakan  varian delta pada Juli 2021, masyarakat kini sudah siap menghadapi masa puncak penularan COVID-19 varian Omicron. Dante berharap kasus kali ini tidak setinggi itu dan masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan.

Ia juga menghimbau untuk melakukan karantina mandiri bagi orang yang terinfeksi COVID-19 dengan gejala ringan. Ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada lokasi isolasi pusat dan layanan rumah sakit, sehingga pasien yang dibawa ke rumah sakit adalah yang menunjukkan gejala sedang. “Kapan gejala sedang itu muncul? Dengan komorbiditas yang parah, lansia, dan saturasi oksigennya mulai menurun,” jelas Dante.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *