Dalai Lama Minta Maaf Usai Minta Bocah Laki-laki Menghisap Lidahnya
News

Dalai Lama Minta Maaf Usai Minta Bocah Laki-laki Menghisap Lidahnya

Jalurmedia.com – Dalai Lama minta maaf atas interaksinya dengan seorang anak laki-laki dalam video viral yang memicu kontroversi. Video memperlihatkan Dalai Lama mencium anak laki-laki itu di bibirnya. Dia kemudian menjulurkan lidahnya dan terdengar meminta bocah itu untuk menghisapnya.

Kantor Dalai Lama mengatakan,Dalai Lama minta maaf kepada anak itu dan keluarganya atas luka yang mungkin ditimbulkan oleh kata-katanya. Menurut pernyataan kantor Dalai Lama, anak laki-laki yang berinteraksi dengannya bertanya kepadanya apakah dia bisa memeluknya. Namun, mengutip BBC, hal tersebut tidak tergambarkan dalam klip 23 detik yang beredar online.

“Yang Mulia sering menggoda orang yang dia temui dengan cara yang polos dan lucu, bahkan di depan umum dan di depan kamera. Dia menyesali kejadian itu,” sebut pernyataan kantor Dalai Lama seperti dilansir BBC, Senin (10/4/2023).

Tanggal dan tempat kejadian belum jelas. Namun, menjulurkan lidah disebut adalah salah satu cara menyapa di Tibet. Dalai Lama adalah biksu kepala Buddha Tibet dan pemimpin spiritual yang dihormati secara luas. Dia tinggal di pengasingan di India sejak tahun 1959, setelah pemberontakan anti-China yang gagal di Tibet.

Pernyataan Dalai Lama yang Juga Picu Kontroversi

Kontroversi muncul pada Senin 10 April 2023, setelah sebuah video di media sosial diduga menunjukkan Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet yang dihormati, terlibat dalam perilaku yang tampaknya tidak pantas dengan seorang bocah laki-laki di depan umum.

Video memperlihatkan Dalai Lama, yang berusia 87 tahun mencium anak laki-laki itu di bibirnya. Dia kemudian menjulurkan lidahnya dan terdengar meminta bocah itu untuk menghisapnya.

Sebelum insiden ‘hisap lidah’ ini, di masa lalu Dalai Lama juga telah memicu kontroversi dengan tindakan dan pernyataan yang dikritik sebagai tidak menentu dan memalukan, dan mungkin ke arah chauvinis laki-laki.

Berikut ini tiga pernyataan Dalai Lama yang memicu kontroversi, dikutip dari India Times, Selasa (11/4/2023):

  1. Pada tahun 2015, dalam sebuah wawancara dengan penyiar Inggris, Dalai Lama mengatakan bahwa penggantinya, atau reinkarnasi Dalai Lama berikutnya, “bisa seorang wanita, tetapi [dia harus] sangat menarik”, atau dia akan menjadi “tidak banyak gunanya”.
  2. Pada Agustus 2018, Dalai Lama memberi tahu para siswa di Goa Institute of Management bahwa “Sikap egois Jawaharlal Nehru adalah alasan mengapa Muhammad Ali Jinnah tidak dapat diangkat sebagai perdana menteri India”. Kantornya kemudian meminta maaf atas ucapannya.
  3. Pada Juni 2019, ketika jurnalis lain bertanya kepadanya tentang komentar sebelumnya tentang kemungkinan reinkarnasi wanita dari Dalai Lama, dia mengatakan bahwa jika dia tidak menarik “orang, menurut saya, lebih suka tidak melihatnya … wajah itu”.

Profil Dalai Lama

Dalai Lama ke-14 ini adalah Tenzin Gyatso. Ia menggambarkan dirinya sebagai biksu Budha dan pemimpin spiritual Tibet. Gyatso lahir pada 6 Juli 1935, dari keluarga petani, di sebuah dusun kecil di Takser, Amdo, timur laut Tibet.

Pada usia 2 tahun, ia diakui sebagai reinkarnasi Dalai Lama ke-13, Thubten Gyatso, demikian dikutip situs resmi Dalai Lama. Dalai Lama diyakini sebagai manifestasi dari Awalokiteshwara atau Chenrezig, Bodhisattva welas asih, dan santo pelindung Tibet. Bodhisattva adalah makhluk tercerahkan yang diilhami untuk mencapai Kebuddhaan demi kepentingan semua makhluk.

Dalai Lama memulai pendidikan monastiknya di usia enam tahun. Kurikulum yang berasal dari tradisi Nalanda ini terdiri dari lima mata pelajaran mayor dan lima mata pelajaran minor. Kemudian di usia 23 tahun, Dalai Lama mengikuti ujian terakhirnya di Kuil Jokhang Lhasa, selama Festival Doa Besar tahunan (Monlam Chenmo) pada 1959. Dia lulus dengan pujian dan dianugerahi gelar Geshe Lharampa, setara dengan gelar doktor tertinggi dalam filsafat Buddhis.

Pada 1950, setelah invasi China ke Tibet, Dalai Lama diminta untuk memegang kekuasaan politik penuh. Lalu pada 1954, dia pergi ke Beijing dan bertemu dengan Mao Zedong dan para pemimpin lain, termasuk Deng Xiaoping dan Chou Enlai. Lima tahun kemudian, pemberontakan brutal terjadi di Lhasa oleh pasukan China. Dalai Lama kemudian kabur ke pengasingan. Sejak itu dia tinggal di Dharamsala, India utara.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *