Menteri Agama Akan Berangkatkan Jamaah Haji Tahun 2022
News

Menteri Agama Akan Berangkatkan Jamaah Haji Tahun 2022

Jalurmedia.comMenteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mengkonfirmasi kembali calon jamaah haji yang telah terdaftar pada tahun 1441 H atau pada tahun 2020 lalu. Dalam hal ini jika otoritas Arab Saudi mengizinkan Indonesia mengirim jamaah haji di masa pandemi, pemerintah akan memberangkatkan sesuai antrian. Artinya calon jamaah haji yang telah terdaftar sejak 2020 akan menunaikan ibadah haji ke Mekkah pada tahun ini (2022).

Diketahui bahwa, dalam dua tahun terakhir pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk tidak mengirimkan jamaah haji ke Arab Saudi. Hal tersebut dikarenakan dari wabah virus corona (Covid-19). Tercatat pun sudah dalam waktu dua tahun Indonesia tidak mengirimkan jamaah haji ke Arab Saudi.

Dikutip dari CNNIndonesia, dalam pertemuan yang diadakan dengan dengan Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR pada hari Senin (17 Januari 2022), Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa untuk jamaah haji yang akan diberangkatkan pada 1443 H adalah jamaah haji berhak berangkat 1441 H atau tahun 2020 lalu.

Di sisi lain, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sejauh ini belum mendapatkan izin dari otoritas Saudi. Terlebih terkait ibadah haji tahun ini yang akan diberangkatkan ke Mekkah.

Kepastian terkait apakah jamaah haji Indonesia akan diterima di Mekkah tahun ini, maka semua keputusan tergantung dari pihak Arab Saudi. Untuk itu Indonesia hanya memiliki hak untuk mengirimkan jamaah namun keputusan diterima atau tidaknya sepenuhnya ada di pihak Arab Saudi.

Belum Ada Diskusi Lanjutan Tentang Keberangkatan Haji

Senada dengan itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membenarkan bahwa pemerintah belum bisa membahas terkait dengan masalah alokasi haji di Mekah dengan otoritas Arab Saudi.

Saat ini belum adanya diskusi tentang keberangkatan jamaah haji ke Mekah antara Arab Saudi dan negara lain. “Terutama dalam rangka pembahasan dari misi haji Mekah,” imbuh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga mengatakan bahwa Kemenag mengusulkan tiga opsi pengiriman jamaah haji di masa pandemi. Opsi tersebut terdiri dari pertama opsi keberangkatan penuh, kedua opsi keberangkatan dengan kuota setengah dari jemaah haji, dan ketiga adalah opsi untuk tidak memberangkatkan jamaah haji sama sekali. 

“Pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan semua opsi yang ada (tiga opsi tersebut). Kita semua berharap bahwa pandemi dari Covid-19 akan segera untuk berakhir” tambah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Kementerian Agama diketahui telah memutuskan untuk tidak mengirim jamaah haji ke Arab Saudi pada dua tahun sebelumnya yakni pada tahun 2020 dan 2021. Hal ini karena alasan utama adalah dari penyebaran virus corona (Covid-19).

Berdasarkan laporan bahwa Indonesia pada tahun 2020 lalu telah mendapat kuota haji sebesar 221 ribu jamaah. Jumlah tersebut sendiri terdiri dari 203.320 untuk kuota haji reguler dan 17.680 untuk kuota haji khusus.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *