Menko Airlangga Ungkap Dunia Hadapi Black Swan Imbas Konflik Rusia-Ukraina
Ekonomi News

Menko Airlangga Ungkap Dunia Hadapi Black Swan Imbas Konflik Rusia-Ukraina

Jalurmedia.com – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dunia sedang menghadapi ketidakpastian baru atau black swan. Isu ini terkait dengan konflik yang terjadi antara Rusia-Ukraina.

Black swan mewakili peristiwa tak terduga yang melampaui apa yang biasanya diharapkan dari suatu situasi dan memiliki konsekuensi cukup parah.

Airlangga menjelaskan bahwa menurut data dari Bank Dunia (World Bank), Dana Moneter Internasional (IMF) dan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat menjadi 4,1 persen sampai 4,5 persen tahun ini.

“Menurut OECD atau WB, ekonomi global diperkirakan melambat 4,1% menjadi 4,5% pada 2022. Beberapa faktor termasuk ketidakpastian tentang alternatif. Runtuhnya rantai pasokan global, konflik geopolitik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina bahwa itu karena ketidakpastian baru dan black swan,” ungkap Airlangga dalam sebuah pernyataan di CNBC Indonesia Economic Outlook pada Selasa, 22 Maret 2022.

Masalahnya adalah bahwa Rusia adalah produsen energi terbesar di dunia. Salah satunya adalah hingga 16% pasokan gas alam dan minyak dunia (11% dari pasokan dunia).

Selain itu, Rusia dan Ukraina termasuk negara penghasil komoditas logam industri seperti gandum, pupuk, nikel, dan paladium.

“Konflik antara kedua negara telah menyebabkan inflasi yang lebih tinggi yang sebelumnya dilanda epidemi,” imbuh Airlangga.

Menurut Airlangga, OECD memperkirakan inflasi global bisa naik menjadi 2,1% jika konflik antara Rusia dan Ukraina tidak segera diselesaikan. Selain itu, OECD memperkirakan bahwa ekonomi global dapat menyusut 1,8% tahun ini.

Sementara itu, Menteri Airlangga mengatakan konflik antara Rusia-Ukraina menghantam Indonesia melalui dua jalur transmisi: keuangan dan perdagangan serta komoditas.

“Sektor keuangan diperkirakan akan berdampak terbatas pada nilai tukar rupiah,” kata Airlangga.

Selain itu, kenaikan harga komoditas mempengaruhi inflasi domestik. Jika tidak ditanggapi dengan serius, tingkat inflasi negara akan tinggi.

Meski demikian, Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,2% pada 2022. Angka tersebut sejalan dengan target anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2022.

Apa itu istilah black swan?

Dalam komunitas keuangan, peristiwa menggemparkan dikenal dengan istilah “black swan” yang diartikan sebagai sebuah kejutan dalam peristiwa ekonomi. Hal itu tentunya memiliki dampak besar, termasuk investasi di pasar modal.

Black Swan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa anomali yang terjadi secara tidak terduga dan berdampak signifikan dan bahkan dapat bersifat merusak.

Kata “black swan” telah digunakan sejak abad ke-17. Saat itu, orang Eropa mengira semua angsa berwarna putih. Mereka tidak percaya sampai mereka melihat angsa hitam. Faktanya, ada angsa hitam. Mereka biasanya hidup di alam liar.

Setelah peristiwa ini, angsa hitam sering dikaitkan dan digunakan untuk melambangkan sesuatu yang tidak dapat diprediksi dan tidak dapat dikendalikan, tetapi ini jarang terjadi.

Di zaman modern, istilah “Black Swan” diciptakan oleh profesor keuangan, penulis, dan mantan trader Wall Street Nassim Nicholas Taleb. Pada 2007, Taleb menulis The Black Swan, setahun sebelum krisis keuangan global yang terjadi di AS pada tahun 2008.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *