Satgas Covid : Pemerintah Mencabut Larangan 14 Negara Masuk ke Indonesia
Ekonomi News

Satgas Covid : Pemerintah Mencabut Larangan 14 Negara Masuk ke Indonesia

Jalurmedia.com – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan alasan pemerintah akhirnya resmi menghapus 14 negara yang dulunya menjadi daftar negara asing yang dilarang memasuki wilayah Indonesia akibat negaranya sempat terjangkit penularan varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau varian Omicron.

Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan setidaknya terdapat 150 negara atau sekitar 76% negara di dunia telah terjangkit varian Omicron. Sehingga akses penutupan pintu masuk di Indonesia pada sejumlah negara nantinya akan menyulitkan dalam beberapa sektor. “Jika pengaturan pembatasan daftar negara masih tetap ada maka akan menyulitkan pergerakan lintas negara yang masih diperlukan untuk mempertahankan stabilitas negara termasuk pemulihan ekonomi nasional,” kata Wiku dilansir dari CNN. Kemudian Wiku melanjutkan, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil keputusan bersama dalam rapat yang diadakan terbatas pada tanggal 10 Januari lalu. Keputusan tersebut telah tertuang dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 02/2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.

Selanjutnya, Wiku Adisasmito juga menjabarkan dengan penghapusan daftar negara tersebut, pemerintah juga telah menetapkan aturan masa karantina pelaku perjalanan ke luar negeri menjadi 7×24 jam. Aturan sebelumnya, pelaku perjalanan ke luar negeri harus karantina selama 10×24 jam untuk WNI kedatangan 14 negara larangan tersebut.

Daftar 14 negara

  1. Afrika Selatan
  2. Botswana
  3. Norwegia
  4. Prancis
  5. Angola
  6. Zambia
  7. Zimbabwe
  8. Malawi
  9. Mozambique
  10. Namibia
  11. Eswatini
  12. Lesotho
  13. Inggris
  14. Denmark

Wiku kemudian menyatakan berdasarkan beberapa hasil studi terkini, jenis varian Omicron diperkirakan memiliki rata-rata kemunculan gejala yang lebih awal. Sehingga karantina selama 7 hari dikatakan sudah cukup efektif mendeteksi kasus positif. Apalagi upaya deteksi berlapis dengan entry dan exit test serta monitoring ketat distribusi varian Omicron dengan SGTF dan WGS yang sejalan dengan rekomendasi strategi multi-layered WHO terkait perjalanan internasional juga dijalankan oleh pemerintah.

Aturan Sebelumnya Mengenai Pembatasan 14 Negara

Aturan sebelumnya baru saja dikeluarkan efektif pada 7 Januari 2022. Hal itu berupa Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 1 Tahun 2022. Menyangkut tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Pemerintah melarang adanya perjalanan masuk ke wilayah Indonesia dari 14 negara. Negara tersebut dinilai memiliki kasus positif varian Omicron cukup tinggi pada saat itu.

Pengecualian berlaku bagi Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki visa diplomatik dan dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement, merupakan delegasi negara anggota G20, WNA dibawah 15 tahun, WNA yang dalam 14 hari terakhir tidak memiliki riwayat perjalanan ke 14 negara diatas, WNA yang belum bisa vaksin karena ada penyakit penyerta, pemegang KITAS dan KITAP. Kemudian untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang melakukan perjalanan ke luar negeri tetap diperbolehkan masuk ke Indonesia. Namun dengan catatan harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Meskipun tetap diperbolehkan, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kembali mengingatkan masyarakat menunda atau membatalkan rencana melakukan perjalanan keluar negeri untuk kepentingan yang tidak esensial. Hal ini mengingat Omicron memiliki daya tular yang jauh lebih cepat dibandingkan varian yang ada, sehingga potensi penyebarannya sangat tinggi. Per 7 Januari 2022, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi jumlah kasus Omicron di Indonesia ada sekitar 318 kasus. Yang terdiri dari 295 kasus imported case dan 23 kasus transmisi lokal. Sebagian besar kasus terkonfirmasi telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap, sekitar 99% kasus yang dikarantina memiliki gejala ringan dan mayoritas kasus berada di wilayah DKI Jakarta.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *