Chairul Tanjung Sediakan Suntikan Modal Untuk Garuda Indonesia
Ekonomi News

Chairul Tanjung Sediakan Suntikan Modal Untuk Garuda Indonesia

Jalurmedia.c0m – Presiden CT Corp Chairul Tanjung mengaku bahwa siap untuk memberikan suntikan modal kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Sebagai salah satu pengusaha sukses dan orang terkaya di Indonesia Chairul Tanjung akan siap untuk menambahkan modal kepada Garuda Indonesia. Hal itu kemungkinan dapat terjadi setelah pihaknya menyelesaikan proses restrukturisasi maskapai milik BUMN tersebut.

Akan Memperkuat Garuda Indonesia

Menurut informasi dari CNN Indonesia, Chairul Tanjung adalah pemegang saham utama dari GIAA Coded Equity melalui PT Trans Airways. Trans Airways saat ini memiliki 7,31 miliar saham, atau setara dengan 28,2% dari seluruh total kepemilikan saham.

Setelah diumumkan di Bursa Efek Indonesia pada Senin (1 November 2021) lalu, Chairul Tanjung mengatakan akan memperkuat Garuda Indonesia. Ia melakukannya dengan cara menyuntikan modal jika seluruh masalah hukum yang sedang berlangsung telah selesai.

Chairul Tanjung mengatakan bahwa proses restrukturisasi Garuda Indonesia masih berlangsung. Sebagian besar kreditur bersedia mengikuti proses penyelesaian utang dari Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) perusahaan perseroan.

Saat ini Garuda Indonesia masih dalam proses restrukturisasi dan masih menunggu atas tahapan demi tahapan yang harus dijalani dari kreditur.

Menurut Chairul Tanjung, bukan hanya pemegang saham lama yang berpeluang untuk menambah kepemilikan sahamnya, namun pemerintah juga akan membuka ruang bagi investor baru untuk berinvestasi di Garuda Indonesia.

Mengundang Investor Strategis

Chairul Tanjung memiliki rencana untuk mengundang investor strategis demi menyelamatkan Garuda Indonesia alih alih dari collapse

Irfan Setiaputra sebagai Direktur Garuda Indonesia menyampaikan bahwa untuk isu mengenai suntikan modal dari investor baru juga mengacu pada pembahasan sebelumnya tentang penambahan modal ke maskapai milik negara tersebut.

Dia mengatakan keputusan akan dibuat oleh pemegang saham. Di sisi lain, manajemen tidak berwenang menunjuk investor baru. Namun hal ini tentunya harus menjadi pertimbangan mengingat dengan tujuan dasar untuk menyelamatkan Garuda Indonesia sebagai satu-satunya perusahaan maskapai penerbangan milik negara.

“Kalaupun ada investor, harus mendapat persetujuan pemegang saham. Terima atau tidak. Ini diskusi tingkat pemegang saham. Kami tidak mengikuti keputusan manajemen,” kata Irfan Setiaputra pada Kamis (23 Desember 2021) lalu yang disampaikan secara langsung di kantor Transmedia.

Sebelumnya memang Garuda Indonesia telah mengumumkan akan utang yang mencapai angka Rp 140 triliun. Selain itu karena jumlah utang yang semakin besar, Garuda Indonesia juga terancam delisting dari saham Bursa Efek Indonesia.

Hingga saat ini pun berbagai upaya masih dilakukan untuk menyelamatkan PT Garuda Indonesia (persero) Tbk. Hingga saat ini penghapusan saham Garuda Indonesia pun masih dalam pertimbangan hingga adanya perubahan menuju ke perbaikan dari Garuda Indonesia itu sendiri.

Untuk itu jalan keluar dengan mendapatkan suntikan dana modal dari investor juga merupakan cara yang sedang diupayakan demi kembali dan pulihnya PT Garuda Indonesia (persero) Tbk yang sebagai perusahaan milik negara (BUMN).

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *