Jalurmedia.com – Lebih dari 110 orang telah tewas di sejumlah wilayah di Suriah. Hal ini terjadi disebabkan oleh gempa Turki dengan Magnitudo (M) 7,8 yang berpusat di Turki tenggara, dekat perbatasan kedua negara.
“516 luka-luka dan 111 kematian tercatat di provinsi Aleppo, Latakia, Hama dan Tartus,” ungkap Kementerian Kesehatan Suriah dalam sebuah pernyataan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (6/2/2023).
Sebelumnya, sebuah rumah sakit setempat mengatakan kepada AFP bahwa setidaknya delapan orang tewas di wilayah utara. Total korban jiwa di negara itu menjadi setidaknya 119 orang tewas. Tim penyelamat telah bergegas mencari korban selamat di bawah puing-puing bangunan yang runtuh pada Senin (6/2) saat fajar.
Koresponden AFP di Suriah utara mengungkapkan warga yang ketakutan berlarian keluar dari rumah mereka setelah bumi berguncang. Kantor berita Suriah, SANA telah melaporkan bahwa gempa dirasakan dari pantai barat Latakia hingga Damaskus, ibu kota Suriah.
“Gempa ini merupakan gempa yang terkuat sejak Pusat Gempa Nasional didirikan pada tahun 1995,” kata Raed Ahmed, yang mengepalai pusat tersebut, kepada SANA.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sebelumnya melaporkan gempa M 7,8 di Turki itu berpusat di kedalaman 24,1 kilometer dari permukaan Bumi. Laporan USGS juga menyebut pusat gempa terletak di lokasi berjarak 23 kilometer sebelah timur Nurdagi, Provinsi Gaziantep.
Nurdagi diketahui terletak di dekat perbatasan Turki-Suriah. Lokasi ini berjarak 435 kilometer dari Israel. Menurut Pusat Seismologi Eropa-Mediterania, getaran gempa Turki itu juga dirasakan di beberapa negara lainnya. Contoh saja seperti Siprus, Suriah, Lebanon, Yunani, Yordania, Irak dan hingga di negara sejauh Rumania, Georgia, hingga Mesir.
Italia Rilis Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,8 di Turki
Otoritas Italia merilis peringatan tsunami untuk area pesisirnya setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,8 mengguncang Turki. Warga yang bermukin disekitar pesisir diimbau untuk mengungsi di daratan yang lebih tinggi.
Seperti dilansir The Guardian dan Khaleej Times, Senin (6/2/2023), otoritas Italia merilis peringatan tsunami itu setelah gempa kuat itu mengguncang wilayah Turki pada Senin (6/2) dini hari waktu setempat. Gempa kuat itu dilaporkan mengguncang di dekat perbatasan Turki dan Suriah.
“Berdasarkan data yang diproses Pusat Peringatan Tsunami Ingv (CAT), Departemen Perlindungan Sipil telah mengeluarkan peringatan untuk kemungkinan gelombang tsunami tiba di pantai Italia menyusul gempa berkekuatan Magnitudo 7,9 dengan pusat gempa di antara Turki dan Suriah pukul 02.17 waktu setempat,” demikian bunyi pernyataan otoritas Italia.
“Disarankan untuk menjauhi area-area pesisir, untuk mencapai daerah-daerah terdekat yang lebih tinggi dan untuk mematuhi indikasi dari otoritas setempat,” imbuh pernyataan itu.
Dinas pemantauan pada pusat seismologi Eropa-Mediterania, secara terpisah menuturkan kepada Reuters, bahwa pihaknya masih menaksir risiko tsunami akibat gempa tersebut. Pusat Seismologi Eropa-Mediterania sebelumnya melaporkan getaran gempa Turki itu juga dirasakan di beberapa negara lainnya.
Data terbaru yang dirilis para pejabat setempat, seperti dilansir AFP, menyebut sedikitnya 53 orang tewas akibat gempa kuat tersebut. 23 orang tewas di Provinsi Malatya, 17 orang lainnya tewas di wilayah Urfa. Sementara itu, tujuh orang tewas di Osmaniye dan enam orang tewas di Diyarbakir.
Jumlah korban tewas itu, menurut para pejabat Turki, masih bisa bertambah karena adanya kerusakan berat akibat gempa tersebut. *pw/yog





