Jalurmedia.com – Harga Minyak Mentah Stabil Meski Bursa Saham AS Naik. Harga saham AS ditarik lebih tinggi pada Jumat sore (18 Maret 2022) waktu AS atau Sabtu pagi (19 Maret 2022) pada WIB.
Hal ini menyusul terkait dengan pembicaraan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping mengenai krisis Ukraina seperti yang diharapkan oleh investor akan berakhirnya konflik antara Ukraina Rusia tersebut.
Atas hal tersebut investor juga merasa lega dengan melambatnya kenaikan harga minyak mentah. Mereka juga berhati-hati tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk melawan kenaikan suku bunga Fed dan kenaikan inflasi.
“Tentang perkembangan konflik antara Rusia dan Ukraina, Art Hogan, kepala strategi pasar di National Securities di New York mengatakan bahwa pasar lebih banyak positif setelah keluar berita baik dari front diplomatik dibandingkan berita buruk seperti eskalasi.
Dia mengatakan setelah negosiasi antara Rusia dan Ukraina dilanjutkan, maka investor sangat optimis akan hal baik terkait minyak mentah. Sebagian besar pasar saham AS lebih kuat, dengan S&P 500 naik 1,17%, NYSE naik 0,78% dan NASDAQ naik 2,05%.
Hogan juga mengatakan harga minyak mentah saat ini stabil. Karena hal tersebut maka investor bersemangat untuk akhirnya mengumumkan suku bunga sentra atau The Fed yang telah lama ditunggu-tunggu.
“Meskipun masih ada ketakutan dan keraguan tentang apa yang mungkin dilakukan The Fed, kami memiliki peta jalan yang jelas untuk kebijakan moneter,” tambah Hogan.
Steve Sosnick, kepala strategi di Interactive Brokers di Greenwich, Connecticut, mengatakan selain fakta bahwa suku bunga The Fed tidak lebih tinggi dari yang diharapkan, investor yakin bahwa harga minyak AS tidak akan naik di atas $100 pada hari Jumat menyusul volatilitas. Setelah beberapa hari yang lalu melampaui US$130.
“Harga minyak setidaknya stabil lagi minggu ini. Itu bagus untuk pasar. Ini adalah indikator inflasi dengan kenaikan harga minyak yang mempengaruhi kesadaran konsumen,” kata Sosnick.
Respon pasar atas harga minyak mentah dibanderol US$100
Apakah pasar menyukai minyak mentah dibanderol US$100?
Tentu untuk jawabannya adalah tidak. Tapi masih lebih mending harganya sekitar US$100 daripada setiap hari naik $20,” lanjutnya.
Untuk informasi ini, Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping bertemu selama hampir dua jam. Pertemuan itu menimbulkan kekhawatiran di Amerika Serikat. Tentang kemungkinan China mengirim bantuan militer atau keuangan ke Rusia.
Koresponden Gedung Putih Jensaki mengatakan AS akan memantau dengan cermat tindakan Presiden Xi dalam waktu dekat.
“Kami memiliki kekhawatiran ini. Presiden merinci konsekuensi dan konsekuensinya. Jika China memberikan bantuan material kepada Rusia dalam serangan brutal terhadap kota-kota Ukraina dan warga sipil,” kata Jane Saki.
“Dan kami memperhatikan atas hal tersebut termasuk dengan konsekuensinya dan dunia akan melihatnya,” tambahnya.
Hingga saat ini konflik antar Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung tentu mempengaruhi seluruh aktifitas perekonomian dunia termasuk pada harga minyak mentah.





