Jalurmedia.com – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk membendung penyebaran virus Corona (Covid-19) di Jawa dan Bali atau PPKM Jawa-Bali berakhir hari ini. Tepatnya pada Senin 14 Februari 2022.
Jika sebelumnya PPKM Jawa-Bali diperpanjang setelah berlaku efektif sejak pekan lalu pada setelah 8 Februari 2022. Sementara itu, PPKM telah diberlakukan juga di luar Jawa-Bali selama kurang lebih dua minggu sejak 1 Februari.
Menurut catatan dari Satgas Covid bahwa dalam sepekan terakhir, jumlah orang yang terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia meningkat drastis terutama dikarenakan adanya mutasi dari varian Omicron.
Kenaikan Kasus Secara Signifikan
Dalam sepekan terakhir, atau antara 9-13 Februari 2022, terdapat sebanyak 291.298 kasus baru akibat penyebaran dari varian Omicron. Jumlah tersebut tentunya lebih tinggi dari minggu sebelumnya. Untuk penambahan kasus dalam sepekan bertambah menjadi 173.295 kasus baru.
Jumlah kasus baru naik ke level tertinggi pada Sabtu 12 Februari 2022 dengan total 55.209 kasus baru per hari. Jika dibandingkan dengan 15 Juli 2021 lalu yang tercatat sebanyak 56.757 kasus baru per hari.
Jumlah kasus baru per hari selalu melebihi 10.000 kasus untuk kasus yang terdeteksi sebagai kasus aktif Covid-19. Tetapi sekarang ada lebih dari 300.000 kasus, tepatnya menjadi 352.839 kasus.
Kasus aktif adalah jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, juga menjalani isolasi mandiri, atau dirawat di rumah sakit.
Jumlah kematian juga meningkat dalam seminggu terakhir. Dari 7 hingga 1 Februari, adapun sebanyak 622 orang meninggal, naik 40,36 persen dari periode 31 Januari hingga 6 Februari, dan juga dalam periode tersebut sebanyak 251 orang meninggal.
Sejauh ini, jumlah orang yang terinfeksi virus Corona semakin hari semakin meningkat. Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak panik. Pejabat pemerintah juga menjelaskan bahwa varian Omicron hanya menyebabkan gejala ringan.
Menurut pemerintah, pada dasarnya bukan jumlah pasien positif yang penting. Namun yang perlu diperhatikan adalah jumlah korban meninggal yang masih terkendali. Pemerintah juga menyebut angka masuk rumah sakit bed occupancy rate (BOR) tidak setinggi saat gelombang kedua wabah Covid-19 pada 2021 lalu yang disebabkan oleh varian Delta.
Namun, masyarakat secara umum harus tetap mengikuti protokol kesehatan demi pencegahan virus corona dalam semua kegiatan untuk menghindari infeksi atau terjangkitnya virus Covid-19 tersebut.
Kenaikan kasus Covid-19 didominasi Jabodetabek
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kontak orang dalam mendominasi kasus Covid-19 akibat Omicron di Indonesia. Daerah konvergensi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi merupakan sumber dari penyebaran Omicron.
Untuk kasus yang disebabkan oleh transmisi dari pelaku perjalanan luar negeri telah menurun ke angka dibawah 10 persen. Namun untuk kenaikan masih didominasi oleh transmisi kasus lokal.
Luhut juga menyoroti peningkatan kasus harian Covid-19 di Indonesia terus meningkat selama seminggu terakhir sejak akhir Januari 2022.
“Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan, kasus mendominasi di Bali, Jawa, dan jumlah kasus meningkat setiap hari. Kami melihat pertumbuhan di Bali-Jawa, didorong oleh peningkatan wilayah Jabodetabek”, imbuh Luhut.
Namun hingga saat ini Pemerintah menyatakan belum terlihat tanda-tanda kenaikan kasus yang cukup eksponensial sejak kasus Omicron masuk ke Indonesia jika dibandingkan dengan varian Delta. Luhut juga mengapresiasi upaya masyarakat yang memilih membatasi melalukan aktivitas di luar rumah sejak ada peningkatan kasus.





