Colosseum Roma Salah Satu Keajaiban Dunia
Opini

Colosseum Roma Salah Satu Keajaiban Dunia

Opini, Jalurmedia.com –¬†Salah satu bangunan kuno yang menjadi keajaiban dunia adalah Colosseum yang terletak di Roma Italia. Dulu kala bangunan Colosseum ini difungsikan sebagai sebuah gladiator yang juga kemudian menjadi tempat orang-orang pada masa romawi kuno sebagai tempat untuk menonton berbagai pertandingan. Namun saat ini Colosseum telah difungsikan sebagai sebuah bangunan bersejarah dan merupakan situs warisan dunia. Tak hanya itu, namun sekarang Colosseum juga dijadikan salah satu tujuan wisata bagi turis jika hendak bertolak ke Roma Italia.

Adapun beberapa fakta menarik yang membuat orang penasaran akan kehindahan dan kemegahan bagunan tua ini. 

Nama bangunan ini berasal dari nama patung di taman. Tinggi patung ini adalah 40 meter, yaitu 130 kaki. Patung besar ini dibuat oleh penerus Nero sendiri, ditugaskan oleh Sol, dewa matahari Romawi. Mereka berarti bahwa mereka mewakili penerus sempurna dewa matahari dengan menambahkan mahkota matahari ke patung besar. Patung ini merepresentasikan Colossus, yaitu bentuk ulang dari pengganti Nero.

Asal usul Colosseum

Nasib patung Colossus tidak sebaik nasibnya Colosseum yang merupakan pendahulunya. Patung Colossus dibangun kembali karena terbuat dari tembaga. Belum ada ahli yang dapat menguak mengapa dan bagaimana patung tersebut dileburkan. Sementara nama lain dari Colosseum ternyata sejarahnya tidak sama.

Flavian Amphitheatre digelarkan ke bangunan bundar ini tanpa sejarah yang jelas. Tidak ada legenda atau cerita lain yang memberi nama atas bangunan teater ini. Italia memiliki nama lain untuk Colosseum yakni Il Colosseo. “Le Colisee” dan “El Colosseum” dalam bahasa Roma sendiri.

Dalam catatan sejarah colosseum pernah menjadi arena gladiator. Ada bangunan terdaftar yang digunakan sebagai tempat pertunjukan. Dalam bahasa lokal disebut Flavian Amphitheatre. Bahkan, pada Abad pertengahan banyak bangsa di dunia memuji seni dan prestasi di hampir setiap negara di dunia. Tak heran bila ruangan amfiteaternya orang Roma sebesar Colosseum.

Pembangun pertama Colosseum adalah penguasa setempat, yakni Walikota bernama Vespasian ketika Italia dipegang oleh Domitianus. Pengerjaannya tidak langsung selesai dalam satu waktu. Akhirnya pembangun baru selesai pada waktu negeri tersebut dikuasai keturunannya, Titus.

Colosseum dibangun khusus untuk memenuhi keinginan Romawi membangun amfiteater. Bangunan dengan gaya arsitektur unik yang mengingatkan pada kemegahan Kekaisaran Romawi ini dapat menampung hingga 50.000 orang. Seperti yang diketahui, Colosseum adalah salah satu bangunan paling indah dari Abad Pertengahan di tahun 1960-an.

Gedung gladiator ini dipilih sebagai lokasi yayasan yang strategis. Di sebelah Colosseum di Nero adalah sebuah bangunan besar yang disebut Domus Aurea, yang menghilang dalam kebakaran hebat di sekitar kota Roma pada tahun 64 M. Setelah kebakaran terjadi di tempat Nero berada Istana pun dibangun. Oleh karena itu, Colosseum terletak di sebelah istana yang mewah.

Alih fungsi Colosseum

Colosseum tetap beroperasi dan berfungsi normal sampai tahun 217 M. Namun kemudian Colosseum diubah fungsikan pada tahun 238 M, yang kemudian difungsikan menjadi tempat terjadinya pertempuran Gladiator. Router tidak berdiri diam terlalu lama. Pertempuran tidak beradab ini berhenti setelah orang-orang Kristen di gereja yang saleh mencoba untuk menyingkirkan kebiasaan buruk ini. Upaya mereka tidak serta merta berhasil, tetapi dengan hilangnya sebagian besar nyawa, kebiasaan petarung untuk bertarung dan mempertaruhkan nyawanya akhirnya menghilang.

Pemerintah tidak bisa membangun gedung yang membutuhkan banyak tenaga. Pada saat itu, Colosseum adalah bangunan yang lebih besar. Alih-alih bangunan kosong, Colosseum akhirnya menjadi gudang pada tahun 524 M. selama periode yang menguntungkan ini. Colosseum dilanda dua bencana alam berupa gempa bumi pada tahun 442 M dan pada tahun 508 M.

Dahulu kala gempa bumi kerap melanda Roma yang merupakan ibukota Italia. Gempa bumi 847 M dan 1349 M melanda daerah sekitar Colosseum. dan menyebabkan kerusakan serius pada bangunan, sehingga pemerintah mengubah fungsi Colosseum menjadi benteng. bangunan gereja lainnya dibangun di Colosseum. Hal ini juga menunjukkan sifat perubahan masyarakat dan budaya Romawi setelah berabad-abad pembangunan.

Struktur dari Colosseum 

Karena bangunan ini milik warga maka Colosseum didesain berukuran besar, tinggi 48 meter, panjang 188 meter dan lebar 156 meter Luas keseluruhan bangunan dari 2 sampai 5 hektar. Untuk bangunan sendiri disesuaikan dengan bangsa romawi pada zaman dahulu yang memanfaatkan bangunan ini.

Tidak mungkin penduduk pada waktu itu tidak tertarik pada sebuah pertunjukan. Arena Colosseum juga berukuran 86 x 54 meter yang terbuat dari kayu yang cukup besar. Lantainya masih di aspal pasir. Karena penduduk desa mencegah darah tumbuh ketika bangunan dibuka.

Ada faktor lain, itulah mengapa Colosseum berbentuk bulat atau lonjong. Tidak seperti stadion secara keseluruhan Lebih mirip bentuk stadion ternyata bentuk melingkar dari bangunan yang digunakan untuk Colosseum bukan satu-satunya bentuk seni arsitektur. Para desainer tidak ingin pemain tiba-tiba bertarung dan berhasil melarikan diri ke sudut bangunan. Sementara itu, penonton dilindungi dengan menjaga jarak dari medan perang utama.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *