WHO Nyatakan Pandemi Dapat Berakhir Pada Tahun 2022
Health

WHO Nyatakan Pandemi Dapat Berakhir Pada Tahun 2022

Jalurmedia.comOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pandemi Covid-19 memiliki kemungkinan akan berakhir tahun ini (2022).

Dikutip dari CNNIndonesia, sebuah pernyataan dari Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa “kita bisa mengakhiri pandemi Covid-19 pada tahun ini. Hal ini tentunya karena telah lama pandemi menjadi darurat kesehatan global dan kita bisa melakukannya pada tahun 2022. 

Untuk mencapai hal ini, Tedros mengatakan bahwa negara-negara perlu bekerja lebih keras lagi untuk memastikan bahwa program vaksinasi dan pengobatan bersifat objektif dan tersebar secara merata kepada seluruh masyarakat dunia. Penduduk dunia harus mencapai kekebalan imunitasnya. 

Tedros juga berpesan agar negara-negara tersebut berhati-hati dalam memantau munculnya varian baru dari virus Corona. Untuk itu yang harus dilakukan saat ini adalah dengan tetap patuh dan taat mengikuti protokol kesehatan yang telah diterapkan seluruh dunia dan masing-masing negara. 

Masing-masing negara tentunya memiliki kondisi pandemi Covid-19 yang berbeda-beda. Pemerintah tiap negara pasti telah memastikan terhadap aturan yang dibuat untuk penanggulangan Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara dunia untuk mempercepat distribusi vaksin di sejumlah negara miskin. Diharapkan setidaknya mencapai 70% dari populasi negara itu akan divaksinasi pada pertengahan tahun ini, imbuh Tedros.

Target vaksinasi pada tahun 2022

Tedros mengatakan setengah dari 194 negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mencapai 40% dari target vaksinasi pada akhir 2021 lalu. Kemudian dilaporkan bahwa 85% orang di benua Afrika tidak divaksinasi terhadap Covid-19 meskipun hanya satu dosis.

Menurut Tedros bahwa dunia hanya dapat untuk mengakhiri pandemi ini dengan menutup celah ini yakni dengan dilakukan vaksinasi kepada seluruh warga dunia.

“Rata-rata pekan lalu, 100 kasus dilaporkan setiap tiga detik. Sedangkan untuk  laporan kematian akibat dari Covid-19 dilaporkan setiap 12 detik,” tambah Tedros.

Sejak kemunculannya, Covid-19 telah menewaskan lebih dari 5,5 juta orang pada akhir tahun 2019. Dengan munculnya varian baru Omicron, jumlah kasus Covid-19 meningkat ke titik tertinggi sepanjang masa saat ini.

Tedros mengatakan 80 juta kasus Covid-19 telah dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sejak ditemukannya varian omicron pertama di Afrika Selatan terhitung sembilan minggu lalu atau sejak akhir tahun 2021.

Namun, Tedros mengklaim bahwa varian Omicron tidak seberbahaya pendahulunya yakni varian delta. Namun kita perlu mempelajari pendekatan berkelanjutan dan terpadu untuk melakukan kontrol atas penyakit pernapasan akut,” katanya.

Tedros terus memperingatkan masyarakat internasional agar tidak menganggap Omicron sebagai upaya terakhir untuk Covid-19. Rasa mawas diri tetap perlu dimiliki dalam menghadapi virus ini. Tetap patuhi selalu setiap protokol kesehatan yang berlaku.

“Sebaliknya, secara global kondisinya ideal untuk kemunculan lebih banyak varian. Potensi kemunculan varian Covid-19 yang lebih menular dan lebih mematikan tetap sangat nyata,” ucap Tedros.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *