Mengenal Nocebo Sebagai Efek Samping Vaksin Covid
Health

Mengenal Nocebo Sebagai Efek Samping Vaksin Covid

Jalurmedia.comStudi terbaru menunjukkan atas efek samping yang ditimbulkan dari vaksin Covid-19. Terutama hal ini dipicu oleh pikiran dan juga sugesti dari penerima vaksin tersebut. Efek samping ini kemudian dalam penelitian disebut dengan nocebo.

Lebih dari dua pertiga efek samping terjadi setelah vaksinasi terhadap Covid-19. Hal ini tentunya berhubungan dengan efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin tersebut.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa sebagian besar efek samping vaksin Covid-19 bukan disebabkan oleh kandungan vaksin tersebut. Kandungan inilah yang kemudian menjadi pemicu kepada pusat otak dan kepada sumber pikiran.

Apakah itu Nocebo?

Dikutip dari Merriam-Webster melalui laman CNNIndonesia efek nocebo adalah sebuah efek samping atau gejala yang memburuk namun tidak berbahaya. Hal ini merupakan sebagai akibat dari pandangan pasien dan keadaan mental yang tidak baik. Efek samping ini biasanya karena persepsi, sugesti, atau kepercayaan dari seseorang.

Efek nocebo berbeda dengan efek plasebo. Plasebo adalah obat yang diberikan kepada pasien tetapi tidak memiliki efek. Untuk efek nocebo juga dapat terjadi setelah perawatan medis. Namun, untuk gejalanya sendiri sebenarnya tidak disebabkan oleh pengobatan ataupun perawatan medis.

Gejala paling umum yang terkait dengan efek nocebo adalah terjadinya mengantuk, sakit kepala, dan juga mual.

Apa efek samping Nocebo saat setelah divaksinasi Covid-19?

Menurut sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open, hampir dua pertiga dari efek samping vaksin Covid-19, seperti sakit kepala dan malaise, disebabkan oleh hidung.

Hasil itu didapat setelah sejumlah peneliti menganalisis data dari 12 uji klinis vaksin Covid-19 yang melibatkan 22.802 orang sebagai sampel, jika dibandingkan dengan sebanyak 22.578 orang yang mendapat suntikan plasebo.

Suntikan plasebo adalah suntikan kosong yang tidak mengandung vaksin dan tidak mempengaruhi atau memiliki efek samping untuk pasien. Dalam analisa yang dilakukan bahwa penerima plasebo tidak diberitahukan bahwa mereka menerima suntikan plasebo.

Akibatnya, lebih dari 35% orang yang menerima plasebo mengalami gejala yang mempengaruhi tubuh, seperti demam, sakit kepala, dan juga kelelahan. Hingga 16% orang yang menerima plasebo juga mengalami gejala lokal seperti nyeri di tempat suntikan atau merah dan bengkak.

Di sisi lain, pada kelompok yang divaksinasi, 46% memiliki setidaknya satu efek samping dari vaksin tersebut. Dua pertiga dari penerima vaksin tersebut melaporkan gejala lokal yang terjadi kepada mereka.

Para peneliti menyimpulkan bahwa efek samping yang dialami oleh vaksinasi adalah efek nocebo. Namun juga banyak efek yang sama terlihat pada penerima suntikan plasebo.

Hasil lainnya adalah setelah vaksinasi kedua untuk efek samping juga lebih rendah pada pasien yang menerima vaksin dan mereka yang menerima plasebo. Para peneliti mengatakan hal ini karena penerima vaksin dipersiapkan terlebih dahulu untuk menghindari efek samping seperti suntikan pertama.

Hal ini dilakukan untuk mencegah efek samping nocebo selama vaksinasi. Vaksin harus menghilangkan rasa takut dan keyakinan bahwa vaksinasi dapat memberikan efek positif bagi tubuh.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *