News Travel

Menparekraf Menjamin Ranah Privasi Wisman Tetap Terjaga Seiring Pengesahan KUHP

Jalurmedia.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menegaskan ruang privat masyarakat akan tetap terjamin terkait pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang belakangan ini menuai banyak kritik.

Ada yang mengkritik larangan kumpul kebo, mengatakan bahwa orang yang menikah akan dituntut jika suami atau istri, dan orang yang belum menikah digugat oleh orang tuanya.

“Kami terus berpegang bahwa Indonesia menggelar karpet merah untuk turis asing (wisman) dan memberikan rekomendasi kepada semua pelaku parekraf (pariwisata dan ekonomi kreatif). Kami berkoordinasi dengan pejabat pemerintah untuk memastikan privasi masyarakat tetap aman,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam pertemuan di Jakarta, Senin (12/12/2022), dalam konferensi pers virtual.

Sandiaga juga memastikan kenyamanan, keamanan, dan kesenangan para pelancong tidak terusik dengan disahkannya KUHP.

Pihaknya selalu melibatkan pemangku kepentingan seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dan Bali Tourism Board terkait penerapan hukum pidana.

Sandiaga Uno mengatakan, “Yang jelas tidak perlu ragu (bagi wisatawan) dan tidak perlu khawatir untuk terus mengunjungi Indonesia yang indah.”

Sejauh ini, Sandiaga mengatakan belum ada pembatalan kunjungan wisman dari negara-negara besar wisman ke Indonesia, yakni Australia, India, Singapura, Malaysia, AS, dan Inggris.

Di bawah arahan Presiden Joko Widodo, terlepas dari disahkannya KUHP, jumlah kunjungan wisatawan, termasuk mancanegara, akan meningkat pada 2023.

“Untuk itu, storytelling yang positif sangat dibutuhkan dan komunikasi yang bijak sangat diperlukan jika ingin pariwisata terus berkembang. Ituah yang menjadi jawaban dari kekhawatiran tersebut,” ujar Sandiaga Uno.

Menurutnya, reputasi dan kepercayaan itulah yang membuat industri pariwisata unik dan tak tertandingi. Banyak produk jasa wisata kreatif yang tidak terlihat. Jadi turis hanya membeli harapan dan kenangan.

“Oleh karena itu, kepercayaan terutama dari pelanggan, kepercayaan yang besar dari wisatawan, dan terutama reputasi Indonesia di bidang pariwisata merupakan kepentingan strategis yang besar,” ujar Sandiaga Uno.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *