Jalurmedia.com – Perang antara Ukraina dan Rusia seperti tidak bisa di hindari lagi. Terlebih setelah Moskow mengerahkan ratusan ribu pasukannya untuk terus mendekat ke perbatasan. Meski Rusia mengaku telah menarik seluruh pasukan mereka dari daerah sekitar Ukraina, Amerika serikat sebagai sekutu Kiev (Ibu Kota Ukraina) tidak mempercayai nya begitu saja.
Sejak akhir tahun 2021, sejumlah negara terus menerus memberikan bantuan keamanan hingga pasokan senjata ke pada Ukraina.
Daftar Negara Dukung Ukraina
- Amerika Serikat
Amerika serikat mengirimkan pasokan senjata serta amunisi senilai US$ 60 juta atau setara dengan Rp 861 miliar ke Ukraina. Bahkan, Amerika juga mengirimkan senjata mematikan seperti rudal anti-tank Javelin. Sepanjang 2021 saja, AS telah mengirimkan bantuan keamanan mencaoai US$ 450 juta Rp 6,4 triliun. - Inggris
Inggris mulai mengirimkan bantuannya sejak awal Januari. Beberapa bantuan yang dikirim adalah senjata anti-tank untuk ditempatkan pada bagian depan sebagai pertahanan saat konflik memanas. Lalu, Inggris juga mengirimkan satu kelompok personel militer yang kemudian ditugaskan untuk melatih tentara Ukraina. Saat konflik Rusia dan Ukraina semakin kritis pada beberapa hari lalu, Inggris menggalang bantuan di Uni Eropa untuk kemudian mengirim bantuan ekonomi serta militer. - Latvia
Latvia juga tak tinggal diam. Negara ini kemudian mengirimkan bantuan berupa senjata mematikan seperti rudal anti pesawat dan rudal anti tank ke Ukranina pada awal Januari lalu. Kepala Kementerian Latvia dikutip dari TASS (Agensi berita Rusia) mengatakan bahwa Ukraina memiliki hak dan membutuhkan peralatan untuk mempertahankan diri. Ukraina sebelumnya juga telah membantu dalam mengurangi ketegangan di perbatasan wilayah mereka. - Lithuania
Layaknya Latvia, Lithuania juga memutuskan untuk memberikan sokongan kepada pertahanan Ukraina yang terancam invasi (aksi militer dimana angkatan bersenjata di suatu negara memasuki daerah yang di kuasai negara lain) Rusia. Di dalam laporan CBC, paasokan senjata yang dikirimkan oleh Lithuania berupa rudal anti pesawat dan rudal anti tank buatan Amerika Serikat.
Ceko, Jerman dan Kanada
- Republik Ceko
Republik Ceko juga merupakan salah satu negara yang mengirimkan pasokan senjata. Dimana, mereka setuju untuk memberikan 4.006 peluru artileru 152 milimeter. Dimana, total biaya yang diperlukan untuk peluru tersebut sebesar US$ 1,7 juta atau senilai Rp 24 miliar. - Jerman
Saat konflik mulai memuncak pada Januari beberapa waktu lalu, Jerman menawarkan bantuan dengan mengirim sebanyak 5.000 helm. - Kanada
Justin Trudeau selaku Perdana Menteri Kanada mengatakan bahwa negaranya akan memberikan alat utama sistem pertahanan (alutsista) mematikan. Dengan nilai total CAN$7,8 atau senilai Rp 87 miliar. Hal ini ia sampaikan pada senin 14 Februari 2022. Justin juga mengatakan bahwa peralatan ini dikirimkan untuk merespons permintaan langsung dari Ukraina dan untuk melengkapi peralatan tak mematikan yang sebelumnya telah Kanada kirimkan. Selain itu, Kanada juga berharap jika dukungan ini dapat membantu dalam mencegah agresi Rusia lebih lanjut.





