Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Hapus Kurikulum IPA IPS
News

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Hapus Kurikulum IPA IPS

Jalurmedia.comMenteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, mengumumkan kurikulum Merdeka pada Jumat 12 Februari 2021. Nadiem mengatakan kurikulum Merdeka akan membuat kegiatan belajar lebih fleksibel. Nadiem juga menawarkan beberapa opsi untuk proses dalam kurikulum ini.

Opsi pertama memberikan kebebasan kepada sekolah untuk memilih mata pelajaran berdasarkan tingkat kesiapannya. Dia mengatakan sekolah diperbolehkan tetap menggunakan kurikulum 2013 bila belum merasa nyaman melakukan perubahan dengan mengaplikasikan kurikulum baru di sekolah.

“Tidak wajib,” kata Nadiem. “Sekolah tidak perlu khawatir lagi melakukan perubahan kurikulum jika juga ada perubahan Menteri pendidikan. 

Opsi kedua, Nadiem adalah tentang sekolah yang menginginkan perubahan tetapi tidak siap untuk transformasi tersebut dan dalam hal ini adalah kurikulum sekolah. Untuk hal ini maka sekolah dapat memilih kurikulum darurat.

Dan untuk opsi terakhir dimana sekolah yang ingin melakukan perubahan dan siap melakukan perubahan dapat langsung menggunakan kurikulum merdeka tersebut. Dengan catatan bahwa sekolah sudah siap untuk mengaplikasikan kurikulum merdeka.

“Kurikulum ini opsional,” kata Nadiem. “Ini adalah pilihan karena keberhasilan besar dari kurikulum darurat. Jadi kami memiliki filosofi yang sama. Ini adalah pilihan yang dibuat oleh sekolah untuk masing-masing sekolah tersebut.” imbuh Nadiem.

Sementara itu, Nadiem memperkirakan kurikulum 2013 masih memiliki beberapa kelemahan. Kurikulum merdeka akan memberi lebih banyak fleksibilitas dalam merancang kegiatan pembelajaran bagi setiap unit sekolah.

“Pada saat ini kurikulum yang digunakan dalam skala nasional ada beberapa kelemahan yang sudah diidentifikasi oleh pihak Mendikbudristek. Sebenarnya ini bukan satu hal yang baru,” kata Nadiem.

Keunggulan kurikulum Merdeka

Salah satu kelebihan kurikulum Merdeka yang diusung oleh Nadiem adalah tidak adanya program peminatan bagi siswa pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Siswa sekolah menengah dapat memilih mata pelajaran berdasarkan minat dan ambisi mereka tanpa harus mengambil seluruh mata pelajaran yang dianjurkan pihak sekolah.

Untuk pilihan kurikulum tersebut adapun tidak terkotak kotak kepada misalnya IPA atau IPS saja. Bagi siswa bisa memilih sebagian IPA, materi pelajaran IPA, sebagian IPS,” kata Nadiem.

Ia mengatakan kebebasan memilih tidak hanya diberikan kepada siswa namun juga disertakan bagi guru dan pihak sekolah. Dijelaskannya, guru akan diberikan hak untuk maju atau mundur di dalam suatu fase kurikulum dengan menyesuaikan tahap pencapaian dan perkembangan murid-murid di sekolah.

“Karena guru itu terpaksa untuk terus maju tanpa memikirkan siapa yang ketinggalan. Jadi guru ini bisa memilih kalau misalnya guru itu merasa dia mau lebih cepat itu bisa, kalau guru itu merasa dia mau pelan-pelan sedikit untuk memastikan tidak ada [murid] yang ketinggalan juga bisa, imbuh Nadiem.

Selain itu, keunggulan lain dari kurikulum Merdeka adalah sekolah dapat mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik sekolah masing-masing. Kebebasan memilih ini menunjukkan bahwa kurikulum Merdeka  tidak membatasi otonomi sekolah.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *