Memupuk Kembali Nasionalisme Ditengah Arus Globalisasi
Opini

Memupuk Kembali Nasionalisme Ditengah Arus Globalisasi

Opini, Jalurmedia.com – Derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang terjadi di era milenial ini membuat pudarnya rasa nasionalisme yang dimiliki oleh pemuda pemudi bangsa Indonesia padahal sebagai pemuda pemudi Indonesia harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi mengingat perjuangan yang telah diberikan oleh pahlawan Indonesia yang berjuang keras melawan penjajah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang merdeka yang terlepas dari belenggu penjajah. Hal ini dilakukan oleh nenek moyang pahlawan kita sebagai bentuk usaha agar hidup generasi penerus yakni generasi muda tidak merasakan hidup dijajah seperti yang pendahulu kita rasakan.

Tidak dapat dipungkiri memang benar bahwa di era milenial ini begitu besarnya arus modernisasi dan globalisasi karena kecanggihan dari teknologi. Hal ini dapat dilihat dari masuknya berbagai budaya asing ke negara kita seperti contoh masuknya budaya dari barat dan asia lainnya yang membuat pudarnya rasa nasionalisme bangsa Indonesia.

Contoh nyatanya dapat kita lihat dari perilaku pemuda pemudi bangsa Indonesia termasuk anak kecil yang meniru gaya hidup dan perilaku dari budaya asing. Seperti contoh banyaknya anak pada zaman sekarang yang meniru gaya berpakaian dari budaya Barat. Padahal hal tersebut tidak sesusai dengan adat dan budaya dari kebudayaan Timur.

Tak hanya itu, mereka juga lebih cenderung untuk mengikuti budaya asing. Hal ini karena mereka menganggap bahwa budaya asing lebih “kekinian” jika dibandingkan dengan budaya sendiri.

Cerminan Perilaku di Era Globalisasi

Lagi-lagi kita meghadapi perilaku yang melunturkan rasa nasionalisme kita terhadap negeri kita sendiri Indonesia. Banyaknya anak muda yang terlalu mengikui perkembangan zaman.

Mereka kerap menganggap bahwa hal tersebut merupakan hal biasa. Padahal hal yang menurut mereka biasa tersebutlah yang dapat melunturkan rasa nasionalisme kita. Sehingga membuat bangsa Indonesia terlihat tidak mencintai bangsa sendiri. Ini bisa saja terjadi karena generasi mudanya terlalu memuja dan meniru perilaku dan budaya dari bangsa lain.

Contoh kecil lainnya adalah sikap hedon dan cederung foya-foya yang dimiliki oleh anak muda jaman sekarang. Sifat hedon yang mereka miliki tentunya merugikan diri sendiri.

Selain itu, hal tersebut cenderung mereka tiru dari perilaku dan budaya asing. Ini dilakukan hanya demi kepuasan semata. Mereka juga cenderung hanya ingin tampil sebagai masyarakat yang mengikuti trend saja.

Contoh-contoh seperti yang disebutkan diatas membuat kita sebagai bangsa Indonesia harus mengambil tindakan. Ini penting dilakukan agar hal tersebut tidak terus menerus terjadi. Kekhawatiran terbesarnya adalah hal tersebut dapat merusak moral bangsa.

Lunturnya rasa nasionalisme dikarenakan derasnya arus modernisasi dan globalisasi tersebut tentu menggerakkan kita untuk melakukan suatu tindakan yang tepat. Sebagai hal nyata yang harus kita lakukan adalah dengan menanamkan rasa nasionalisme yang tinggi kepada anak sejak dini.

Hal ini dapat kita wujudkan dengan berbagagai cara. Salah satunya adalah dengan pentingnya mengadakan acara peringatan 17 agustus setiap tahunnya. Dengan dmeikian rasa nasionalisme bangsa tidak mudah terkikis oleh kemajuan zaman.

Membangkitkan Kembali Nasionalisme

Untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme bangsa juga dapat kita lakukan kepada anak sejak dini. Tentunya melalui pendidikan dan sosialisasi yang mereka terima disekolah.

Tidak hanya melalui pendidikan formal, menananmkan rasa nasionalisme juga dapat dilakukan oleh lingkungan sekitar. Dimulai dari orang tua yang harus selalu mengingatkan anak dan mengajarkan mereka bahwa penting untuk mencintai bangsa sendiri.

Mengingatkan bahwa jangan mudah terpegaruh oleh zaman sangatlah penting. Hal itu kelak akan sangat mempengaruhi gaya hidup sebagai negara dan bangsa yang bermoral dan bermartabat tinggi.

Sebagai bangsa Indonesia yang merdeka harus terus menjunjung tinggi rasa nasionalisme. Mengingat begitu sulitnya pahlawan kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan melalui setiap tetesan darah mereka untuk kelangsungan hidup sebagai bangsa yang merdeka dan tidak dijajah.

Meskipun arus globalisasi semakin merjalela, namun tak ada salahnya untuk memberikan batasan dan jarak. Hal ini tentunya bertujuan agar sebagai bangsa yang cinta tanah air, rasa nasionalisme tersebut tetap tumbuh dalam diri.

Sebagai contoh perilaku yang dapat dilakukan adalah seperti tetap mencintai dan mengkonsumsi produk dalam negeri. Kualitas dari produk-produk dalam negeri semakin hari semakin eksis. Hal ini menunjukan bahwa kualitas tersebut juga tentunya sebaik dengan produk luar negeri.

Saat ini pemerintah Indonesia juga terus meningkatkan kualitas produk dalam negeri dengan terus mendukung UMKM Indonesia. Bahkan banyak produk Indonesia juga yang telah diimpor ke luar negeri. Tentunya hal ini sebagai bukti dan contoh bahwa produk Indonesia juga memiliki nilai di mata dunia.

Sebagai orang Indonesia kita harus bangga terhadap identitas kita sebagai bangsa yang mandiri. Rasa nasionalisme itupun harus tetap dipupuk sejak dini. Meskipun juga tidak sedang berada di dalam negeri Indonesia, namun dimanapun eksistensi kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap dijunjung tinggi. Hal ini merupakan bentuk rasa nasionalisme seseorang.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *