Pemerintah Prediksi Puncak Omicron Pada Pertengahan Februari
News

Pemerintah Prediksi Puncak Omicron Pada Pertengahan Februari

Jalurmedia.com – Lonjakan kasus dari Omicron diprediksikan akan mencapai puncaknya pada pertengahan februari mendatang. Hal ini disampaikan oleh Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Panjaitan. Luhut Panjaitan memprediksikan angka kenaikan ini dari kasus yang telah terjadi pada pengalaman negara lain, termasuk Inggris dan Afrika Selatan.

Dikutip dari CNNIndonesia, Luhut menyatakan bahwa banyak negara lain yang memiliki banyaknya kasus penularan Omicron dari Covid-19. Jadi kecil kemungkinan hal yang sama akan terjadi di Indonesia. Mengingat peningkatan kasus baru-baru ini juga sempat terjadi.

“Berdasarkan pengamatan sejak terjadinya penularan varian Omicron dari Covid-19 di Afrika Selatan, kami memperkirakan puncak Omicron akan terjadi antara pertengahan Februari hingga awal Maret di Indonesia,” kata Luhut dalam siaran pers online pada Minggu 16 Januari 2022.

Luhut mengimbau masyarakat tetap menggunakan protokol kesehatan, mengimbau untuk tidak melakukan kebijakan 100% untuk WFO. Ia juga mengatakan pemerintah akan melakukan berbagai langkah untuk meringankan kasus Omicron di tanah air sehingga tidak akan membebani sistem perawatan kesehatan.

Luhut juga mengatakan kasus dalam negeri kini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kasus penumpang yang berasal dari luar negeri. Namun dalam hal ini, Jawa dan Bali akan tetap menjadi pusat perhatian, khususnya di Jakarta dan sekitarnya.

Meski jumlah kasus meningkat drastis dan tidak ada korban jiwa akibat varian Omicron hingga saat ini, Luhut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Dan jika tidak hati-hati, akan diperkirakan jumlah kasus di DKI Jakarta atas Covid-19 akan bertambah.

Luhut juga mengatakan bahwa Indonesia kini lebih siap untuk menghadapi Covid-19 terutama atas varian Omicron. Perawatan kesehatan yang lebih baik telah ditingkatkan sejak terjadinya mutasi dari varian Delta Covid-19 yang meningkat pada Juli 2021 lalu.

Laporan kasus Covid-19 di Indonesia

Hasil harian pasien positif Covid-19 di Indonesia meningkat menjadi sebanyak 855 kasus terhitung pada Minggu (16/01/2022). Hal ini menunjukkan sejak kasus pertama pandemi diumumkan Presiden RI Joko Widodo pada 2 Maret 2020, jumlah total kasus Covid-19 mencapai 4.271.649 kasus.

Selain itu, 710 pasien yang dirawat dilaporkan dalam sehari, dan jumlah pasien yang sembuh meningkat menjadi 4.188.874 orang.

Total kematian akibat dari Covid-19 di Indonesia sejauh ini dilaporkan menjadi 144.170 kasus.

Satgas Covid-19 juga mencatat per hari kasus aktif mencapai 8.605 orang usai ada peningkatan 142 orang, dengan 4.164 suspek. Sementara, pemeriksaan spesimen per hari ini 251.488 sampel.

Sejauh ini, jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 kembali meningkat setelah gelombang kedua COVID-19, yang terutama disebabkan oleh varian delta pada Juli 2021 lalu. Lalu mengalami penurunan sejak Oktober hingga November 2021.

Data satgas Covid-19 menunjukkan bahwa kasus harian corona merupakan puncaknya setelah gelombang ketiga. Yang tercatat terjadi pada 13 Oktober 2021 lalu yang mencapai 1.233  kasus.

Banyak ahli sebelumnya memprediksi kembalinya gelombang Covid-19 ke Indonesia. Hal ini terutama disebabkan oleh varian Omicron dan momen Natal dan Tahun Baru.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *