Peluncuran jam tangan baru bertema Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba kembali menarik perhatian penggemar anime dan kolektor aksesori premium. GARRACK, merek kolaborasi karakter dari Ueni Trading, memperkenalkan tiga model mekanis baru yang terinspirasi dari karakter Doma, Akaza, dan Kaigaku. Koleksi ini mulai dibuka untuk pra pesan pada 22 Mei 2026 dan resmi dijual pada 5 Juni 2026, menurut keterangan resmi perusahaan.
GARRACK Membawa Nuansa Infinity Castle ke Jam Mekanis
Koleksi terbaru ini hadir pada saat nama Infinity Castle masih kuat dibicarakan penggemar Demon Slayer. Film tersebut menjadi bagian besar dari perjalanan akhir kisah Tanjiro Kamado dan Korps Pembasmi Iblis, dengan medan pertarungan utama berada di benteng para iblis yang penuh ruang berubah. Situs resmi film untuk pasar Amerika Serikat juga menampilkan jadwal penayangan bioskop pada 12 September 2025 serta pembaruan terkait penghargaan dan penayangan ulang film.
GARRACK tidak sekadar menempelkan gambar karakter pada dial jam. Koleksi ini dirancang sebagai barang pakai yang membawa identitas visual tiap karakter melalui detail jarum, indeks, piringan detik, hingga tekstur permukaan dial. Pendekatan tersebut membuat jam ini berada di antara produk fesyen, karya kriya, dan merchandise anime kelas kolektor.
“Kekuatan koleksi ini bukan hanya pada nama besar Demon Slayer, tetapi pada cara desainnya menafsirkan karakter tanpa terlihat seperti aksesori biasa.”
Tiga Karakter Iblis Jadi Wajah Koleksi Baru
GARRACK memilih Doma, Akaza, dan Kaigaku sebagai inspirasi utama koleksi terbaru. Ketiganya memiliki posisi kuat dalam dunia Demon Slayer karena berhubungan langsung dengan jajaran iblis tingkat atas yang menjadi lawan berat para pembasmi iblis. Pilihan karakter ini terasa selaras dengan suasana Infinity Castle yang lebih gelap, intens, dan berpusat pada duel besar melawan para iblis.
Model Doma menggunakan elemen desain yang merujuk pada kipas milik karakter tersebut. Pada bagian jarum jam dan menit, bentuknya dibuat menyerupai kipas, sementara piringan yang berputar setiap detik mengambil inspirasi dari aksesori kepala Doma. Indeks pukul dua belas menampilkan motif mata Upper Rank Two, sehingga identitas karakter tetap terasa tanpa harus memenuhi seluruh permukaan jam dengan ilustrasi besar.
Model Akaza membawa pendekatan yang berbeda. Dial jam menampilkan motif yang mengingatkan pada corak wajah Akaza, sementara piringan detik dan jarumnya mengambil inspirasi dari teknik Blood Demon Art miliknya, Destructive Kill: Compass Needle. Elemen ini membuat model Akaza tampil lebih agresif secara visual, tetapi masih berada dalam format jam mekanis yang rapi dan dewasa.
Model Kaigaku menjadi varian dengan harga tertinggi dalam lini baru ini. Jam tersebut memakai motif yang mengacu pada Blood Demon Art Kaigaku, dengan piringan detik yang mengambil inspirasi dari tsuba atau pelindung tangan pedang Nichirin. Jarum jam dibuat menyerupai pedang, sedangkan jarum menit mengambil bentuk yang merujuk pada sarung pedang.
Kanazawa Foil Menjadi Daya Tarik Utama
Salah satu bagian paling penting dari koleksi ini adalah penggunaan teknik Kanazawa Foil. Dalam keterangan resmi, Ueni Trading menjelaskan bahwa Kanazawa dikenal sebagai wilayah penting dalam produksi lembaran logam tipis di Jepang. Material tersebut dibuat dengan menipiskan logam hingga sekitar 0,1 mikrometer, lalu diberi pewarnaan oleh perajin secara manual.
Pada koleksi ini, GARRACK memakai foil perak sebagai bagian utama dial. Pemilihan foil perak dilakukan untuk membantu mereproduksi warna karakter dengan lebih setia. Karena prosesnya dikerjakan satu per satu, setiap jam dapat memiliki karakter permukaan yang tidak sepenuhnya sama. Hal itu memberi kesan bahwa produk ini tidak hanya berasal dari produksi massal biasa.
Pemakaian teknik tradisional tersebut memberi posisi khusus pada koleksi ini. Di satu sisi, jam tetap berfungsi sebagai alat penunjuk waktu dengan mesin otomatis. Di sisi lain, dial jam menjadi ruang kecil untuk menampilkan keterampilan perajin Jepang. Bagi penggemar Demon Slayer, detail seperti ini membuat barang koleksi terasa lebih bernilai dibanding merchandise yang hanya mengandalkan popularitas karakter.
Mesin Otomatis Jepang dan Rancang Bangun Serius
GARRACK menempatkan koleksi ini sebagai jam mekanis otomatis buatan Jepang. Spesifikasi yang ditampilkan pada halaman produk mencatat penggunaan movement otomatis Jepang dari Miyota, case stainless steel, dial foil perak, strap kulit calf leather, kaca mineral, case back transparan, dan ketahanan air 5 atmosfer.
Spesifikasi tersebut memperlihatkan bahwa koleksi ini tidak hanya diarahkan untuk penggemar anime yang ingin membeli barang bertema karakter. Produk ini juga dibangun dengan unsur horologi yang dapat diapresiasi pemakai jam mekanis. Case back transparan, misalnya, memungkinkan pemilik melihat mesin di balik jam, sebuah detail yang umum dicari pada jam otomatis karena memberi pengalaman visual tambahan.
Dalam ukuran, model Doma memiliki diameter case 42 mm dan ketebalan 12 mm. Model Akaza hadir dengan diameter 41 mm dan ketebalan 12 mm, sementara model Kaigaku memiliki diameter 42 mm dan ketebalan 12 mm. Ketiganya menggunakan lebar lug 22 mm dan dirancang untuk lingkar pergelangan 12,5 cm sampai 18,5 cm.
Harga Tiap Model dan Posisi di Pasar Kolektor
Dari sisi harga, model Doma dipasarkan 74.800 yen termasuk pajak. Model Akaza juga berada di harga 74.800 yen, sedangkan model Kaigaku dipasarkan 77.000 yen. Dengan harga tersebut, koleksi ini masuk dalam kategori merchandise premium, terutama karena menggabungkan lisensi anime populer, mesin otomatis, material kulit, dan pengerjaan dial berbasis teknik tradisional.
Harga tersebut juga memperlihatkan cara GARRACK memosisikan produknya. Ini bukan jam kasual murah yang dibuat hanya untuk memanfaatkan tren anime. Koleksi ini menyasar penggemar yang ingin barang resmi dengan kualitas material lebih serius. Bagi kolektor, nilai produk seperti ini biasanya tidak hanya dilihat dari fungsi, tetapi juga dari tema karakter, kelangkaan, waktu rilis, dan hubungan produk dengan momen besar serial.
Demon Slayer Masih Menjadi Mesin Budaya Pop Jepang
Popularitas Demon Slayer masih menjadi alasan kuat mengapa produk kolaborasi seperti ini mendapat sorotan. Dalam keterangan PR Times, manga karya Koyoharu Gotoge disebut telah melampaui 220 juta eksemplar secara kumulatif melalui 23 volume Jump Comics. Adaptasi animenya diproduksi oleh ufotable dan telah berkembang sejak penayangan anime pertama pada April 2019.
Rangkaian anime dan film Demon Slayer juga panjang. Setelah arc awal Tanjiro Kamado, serial ini berkembang ke Mugen Train, Entertainment District, Swordsmith Village, dan Hashira Training. Infinity Castle kemudian menjadi bagian besar yang membawa cerita ke titik pertarungan akhir antara Korps Pembasmi Iblis dan para iblis di bawah Muzan Kibutsuji.
Keberhasilan Demon Slayer membuat setiap produk kolaborasinya tidak hanya dipantau oleh penggemar anime, tetapi juga oleh pasar gaya hidup. Jam tangan, jaket, figur, tas, hingga aksesori kecil sering menjadi cara baru bagi penggemar untuk membawa identitas serial ke kehidupan sehari hari. Koleksi GARRACK berada pada sisi lebih mewah dari spektrum tersebut.
Desain yang Tidak Terlalu Terang Terangan
Hal menarik dari lini jam ini adalah desainnya tidak terlalu terang terangan seperti merchandise anime konvensional. Pada banyak produk karakter, gambar wajah atau adegan populer sering ditempatkan besar di permukaan produk. GARRACK memilih jalur berbeda dengan mengubah senjata, pola wajah, mata Upper Rank, dan teknik Blood Demon Art menjadi bahasa desain jam.
Pendekatan ini membuat jam bisa dipakai oleh penggemar dewasa yang menginginkan barang bertema anime tanpa terlihat terlalu mencolok. Di lingkungan kerja atau acara santai, jam seperti ini masih dapat terbaca sebagai aksesori fesyen. Namun bagi sesama penggemar, detail seperti motif mata dan bentuk jarum akan langsung terasa sebagai kode visual dari Demon Slayer.
“Desain terbaik untuk kolaborasi anime sering kali bukan yang paling ramai, melainkan yang mampu menyimpan identitas karakter dalam detail kecil.”
Mengapa Infinity Castle Membuat Koleksi Ini Lebih Menarik
Kehadiran tiga model bertema iblis terasa relevan karena Infinity Castle menempatkan para iblis sebagai pusat ancaman utama. Jika koleksi sebelumnya lebih banyak mengangkat tokoh Korps Pembasmi Iblis dan Hashira, seri baru ini memberi ruang bagi sisi lawan yang sama kuatnya dalam ingatan penggemar. Anime Corner mencatat bahwa model baru ini memang mengikuti kolaborasi GARRACK sebelumnya dan menampilkan Doma, Akaza, serta Kaigaku sebagai wajah baru.
Akaza, misalnya, memiliki posisi emosional yang kuat dalam ingatan penonton sejak Mugen Train. Doma dikenal sebagai sosok iblis dengan tampilan tenang namun berbahaya. Kaigaku membawa konflik yang menyentuh sisi lain dari hubungan manusia, kekuatan, dan pengkhianatan. Ketiganya memberi variasi karakter yang cukup luas untuk diolah menjadi desain jam yang berbeda.
Rincian Setiap Model dalam Bahasa Desain
Model Doma terasa paling elegan karena mengambil inspirasi dari kipas dan pola wajahnya. Warna dan tekstur foil perak memberi kesan dingin, sejalan dengan karakter Doma yang sering tampil tenang. Piringan detik yang bergerak setiap detik membuat dial terasa hidup, tetapi tidak mengganggu keterbacaan jam.
Model Akaza cenderung lebih dinamis. Motif Compass Needle memberi kesan lingkaran gerak yang cocok dengan karakter petarung jarak dekat. Dalam desain jam, elemen seperti ini penting karena membantu membangun identitas tanpa perlu menampilkan adegan pertarungan secara langsung. Hasilnya, model Akaza memiliki karakter kuat namun tetap bisa dipakai sebagai jam sehari hari.
Model Kaigaku menjadi varian yang paling sarat simbol pedang. Inspirasi dari tsuba, pedang Nichirin, dan sarung pedang memberi model ini rasa yang lebih dekat dengan perlengkapan pembasmi iblis, meski karakter Kaigaku berada di sisi iblis. Detail magatama pada indeks juga menambah kesan Jepang klasik yang sesuai dengan gaya visual Demon Slayer.
Barang Koleksi yang Menyasar Penggemar Dewasa
Pasar anime kini tidak lagi hanya diisi poster, kaus, dan figur. Banyak penggemar dewasa mencari produk yang dapat dipakai langsung, terlihat rapi, dan memiliki cerita desain. Jam tangan menjadi medium yang menarik karena ukurannya kecil, tetapi cukup kompleks untuk memuat detail karakter, material, mesin, serta identitas merek.
GARRACK tampak memahami arah tersebut. Merek ini menggambarkan dirinya sebagai brand gaya hidup yang menggabungkan karakter Jepang dengan fesyen, memakai material pilihan, dan dirancang agar bisa masuk ke kehidupan harian orang dewasa. Pernyataan tersebut selaras dengan wujud koleksi Demon Slayer yang tidak terlihat seperti barang promosi sekali pakai.
Bagi penggemar di luar Jepang, perhatian terhadap koleksi ini juga menunjukkan bahwa pasar merchandise anime premium semakin terbuka. Walau informasi distribusi internasional dapat berbeda mengikuti kanal penjualan, sorotan media anime internasional membuat rilisan seperti ini cepat menyebar ke komunitas kolektor lintas negara.
Peluncuran yang Memperkuat Gelombang Merchandise Demon Slayer
Peluncuran jam GARRACK menambah daftar panjang produk yang mengikuti popularitas Infinity Castle. Crunchyroll Store, misalnya, memiliki halaman khusus merchandise Infinity Castle yang memuat berbagai produk seperti figur, pakaian, media fisik, aksesori, dan barang koleksi lain yang terhubung dengan film serta serial Demon Slayer.
Di tengah banyaknya produk tersebut, jam mekanis GARRACK memiliki posisi berbeda karena memadukan lisensi anime dengan kerajinan tradisional Jepang. Hal ini membuatnya tidak hanya menarik sebagai barang fandom, tetapi juga sebagai contoh bagaimana kekayaan visual anime dapat diterjemahkan ke dalam produk bernilai tinggi.
Demon Slayer dan Arah Baru Merchandise Premium
Koleksi Infinity Castle dari GARRACK memperlihatkan bagaimana anime besar dapat bergerak lebih jauh dari sekadar tontonan. Ketika karakter, simbol, dan suasana cerita diolah menjadi produk jam mekanis, hubungan penggemar dengan serial menjadi lebih personal. Mereka tidak hanya mengenang adegan, tetapi membawa potongan dunia Demon Slayer di pergelangan tangan.
Model Doma, Akaza, dan Kaigaku memberi pilihan bagi penggemar yang lebih tertarik pada sisi para iblis dalam cerita. Dengan dial foil perak, mesin otomatis Jepang, strap kulit, dan rancangan yang menyimpan detail karakter secara halus, koleksi ini menjadi salah satu rilisan yang memperlihatkan betapa kuatnya posisi Demon Slayer dalam pasar budaya pop dan produk gaya hidup premium.





