Harta Karun Energi Terbesar Kedua di Dunia Ada di Indonesia!
Ekonomi News

Harta Karun Energi Terbesar Kedua di Dunia Ada di Indonesia!

Jalurmedia.com – Daerah Cipanas yang terletak di Jawa Barat, rupanya menyimpan ‘harta karun energi’ yang tak bisa dianggap remeh.

Harta karun energi yang dimaksud adalah panas bumi (geothermal). Pernahkah kamu mendengar istilah tersebut? Seperti diketahui, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki sumber daya energi panas bumi terbesar kedua dunia. Inonesia hanya terpait satu tingkat di bawah Amerika Serikat.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat jumlah sumber daya panas bumi Indonesia sampai Desember 2020 lalu mencapai sebesar 23.965,5 Mega Watt (MW). Angka ini setara dengan 24 Giga Watt (GW).

Sedangkan Amerika Serikat menduduki peringkat pertama untuk sumber daya panas bumi. Angkanya mencapai 30.000 Mega Watt (MW).

Penemuan Sumber Energi Panas Bumi

Informasi terkini mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah menemukan adanya sumber energi panas bumi di Cianjur. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan dengan dilakukannya penawaran Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) Panas Bumi di Daerah Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Penawaran ini telah dilakukan sejak 28 Januari-28 Februari 2022 lalu.

Berikut adalah keterangan resmi dari Kementerian ESDM terkait WPSPE Panas Bumi yang ditawarkan tersebut:

1. Nama WPSPE : Cipanas

2. Lokasi WPSPE Panas Bumi : Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat

3. Luas WPSPE : 3.180 Ha

4. Potensi : 85 MWe (Cadangan)

Adapun salah satu bagian dari ketentuan terkait penawaran WPSPE Panas Bumi ini menyebutkan bahwa perjanjian awal transaksi dengan PT PLN (Persero) akan dilakukan setelah eksplorasi selesai. Selain tiu Izin Panas Bumi harus diterbitkan terlebih dahulu oleh pemerintah.

Berikut bunyi penawaran selengkapnya:

“Perjanjian Awal Transaksi (Pre Transaction Agreement/PTA) dengan PT PLN (Persero) akan dilakukan setelah eksplorasi selesai dan Izin Panas Bumi diterbitkan. Acuan harga listrik dalam PTA dimaksud mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.”

Siapa Yang Memenangkan Penawaran WPSPE di Cianjur?

Harris selaku Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, mengungkapkan bahwa saat ini pendaftaran peserta sudah ditutup. Selain itu pemerintah saat ini sedang secara aktif mengevaluasi satu perusahaan yang telah mendaftarkan diri untuk menggarap WPSPE Cianjur.

“Beberapa perusahaan telah menyatakan ketertarikan. Namun yang memasukkan dokumen penawaran sesuai tata waktu hanya satu saja. Sekarang sedang memasuki tahapan evaluasi,” ungkap Haris seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (15/03/2022).

Meski hanya ada satu perusahaan yang mendaftar, akan tetapi pihaknya tidak berniat untuk melakukan perpanjangan durasi pendaftaran. Oleh sebab itu, hingga saat berita ini dinaikkan hanya satu perusahaan yang telah memalui proses evaluasi agarĀ  bisa disetujui pemerintah atau tidak.

“Ini investor lokal,” ujarnya Haris lebih lanjut.

Angka Jaminan Eksplorasi Harta Karun Energi di Cianjur

Meskipun pendaftaran telah ditutup dan saat iniberada dalam tahap evaluasi, namun menurutnya pengumuman pemenang dan waktu pelaksanaan survei pendahuluan WPSPE Panas Bumi di Cianjur ini masih panjang. Hal ini terkait dengan masih adanya beberapa proses yang harus dilalui ke depannya.

Salah satunya adalah calon investor harus menyetor biaya jaminan eksplorasi. Biaya ini berupa Standby Letter of Credit (SBLC). Tak tanggung-tanggung, nilainya bahkan mencapai US$ 500 ribu atau sekitar Rp 7,15 miliar (asumsi kurs Rp 14.300 per US$).

Standby Letter of Credit ditujukan untuk jaminan eksplorasi senilai US$ 500 ribu,” jelasnya.

Dengan dilakukannya penawaran wilayah kerja panas bumi tersebut, kedepannya diharapkan pengembangan panas bumi menjadi sumber listrik di Tanah Air dapat terus meningkat.

INi menjadi hal yang cukup penting mengingat hingga akhir 2021, kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Indonesia yang terpasang baru sebesar 2.276,9 Mega Watt (MW). Angka tersebut hanya naik 146,2 MW dari total kapasitas terpasang pada 2020 yang sebesar 2.130,7 MW.

Dengan kata lain, total kapasitas terpasang PLTP RI hingga akhir 2021 baru sekitar 9,5% dari total sumber daya yang ada. Sehingga dengan demikian, masih banyak potensi panas bumi di Tanah Air yang belum dimanfaatkan dengan maksimal.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *