Jalurmedia.com – Aplikasi PeduliLindungi kini seperti menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Bagaimana tidak, hampir seluruh kegiatan yang dilakukan di luar rumah seperti sekolah, bekerja, hingga memasuki fasilitas umum lainnya diharuskan melakakukan “chek in” melalui aplikasi tersebut.
Namun, beberapa hari ke belakang, beberapa orang di kejutkan dengan status di PeduliLindungi mereka yang berubah menjadi hitam saat hendak melakukan aktifitas. Padahal mereka sangat yakin tidak sedang positif dan tidak melakukan kontak dekat dengan orang lain yang ber status positif.
PeduliLindungi Sempat Eror
Setiaji, selaku Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan. Aplikasi memang sempat error sesaat. Namun saat ini telah berhasil di tangani “Ada beberapa yang eror tadi pagi. Saat ini sedang diperbaiki dan sudah selesai perbaikannya,” ujar Setiaji.
Menurut Setiaji, beberapa kendala teknis yang terjadi pada aplikasi di yakini tidak akan menganggu aktifitas masyarakat. Pihak Kementerian Kesehatan juga telah menginformasikan langsung ke berbagai pihak-pihak terkait mengenai adanya permasalahan teknis ini. Dan meminta kepada seluruh pihak, jika nantinya terjadi permasalahan yang sama atau error pada aplikasi untuk melakukan verifikasi dan pengecekan secara manual.
Jika error kembali terjadi, Chief Digital Transformation Office Kemenkes akan segera merilis informasi terkait. Baik ke asosiasi mal dan lain-lain. Sehingga mereka akan dengan cepat mengubah metode verifikasi dengan meminta pengunjung menunjukan sertifikat vaksin mereka.
Hasil PCR Tidak Sesuai
Saat ini, masyarakat juga sedang mengeluhkan banyaknya kesalahan entry data yang terjadi pada aplikasi PeduliLindungi. Dimana, status tes PCR mereka yang seharusnya negatif pada aplikasi tertulis positif.
Budi Gunadi Sadikin, selaku Menteri Kesehatan mengatakan. Lonjakan jumlah pemeriksaan yang drastis memicu peningkatan beban yang dirasakan petugas. Hal ini akan dengan mudah memicu kesalahan atau human error.
Menteri Kesehatan juga mengatakan beberapa lokasi tes masih mengalami kesulitan memasukan data “Jadi banyak lab yang masih kesulitan untuk memasukan data ke PeduliLindungi. Melakukan kesalahan pada saat memasukan data karena bebannya demikian tinggi,” ujarnya.
Budi Gunadi melihat adanya peningkatan yang sangat pesat terkait jumlah masyarakat yang melakukan tes. Bahkan peningkatat menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. Contohnya, jika pada hari-hari sebelumnya jumlah masyarakat yang melakukan tes berkisar antara 250 ribu hingga 300 ribu tes per hari. Saat ini jumlah tersebut mencapai 500 hingga 600 ribu tes per hari.
Untuk dapat menampung lonjakan jumlah pengunjung lokasi tes. Dan menghindari kesalahan dalam entry data. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan memperbaiki koneksi online dengan sejumlah laboraturium pemeriksaan Covid-19. Dengan melakukan perbaikan ini diharapkan data hasil pemeriksaan akan masuk secara otomatis ke PeduliLindungi tanpa harus melakukan entry data secara manual. Sehingga kesalahan sebelumnya dapat di antisipasi “Apa yang sudah mereka lakukan di sana langsung masuk ke PeduliLindungi/ Sehingga engurangi kemungkinan kesalahan data entry dan mengurangi beban,” tuturnya.





